Perbedaan Mother’s Day dengan Hari Ibu Nasional

Diposting pada

22 Desember memiliki perbedaan dengan perayaan Mother’s Day. Peringatan Hari Ibu adalah salah satu hari besar di Indonesia, sedangkan Mother’s Day adalah perayaan yang dilaksanakan secara internasional.
Hari Ibu diawali dari gerakan perempuan di Indonesia, tepatnya Kongres Perempuan Indonesia. Sementara, cikal bakal Mother’s Day bermula dari seorang ibu yang mengorganisir kelompok-kelompok wanita untuk mengampanyekan persahabatan dan kesehatan di Amerika Serikat.

Namun, bukan cuma itu letak perbedaan keduanya. Lantas, apa saja?

Perbedaan Mother’s Day dengan Hari Ibu Nasional

  1. Diperingati di Tanggal yang Berbeda
    Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember. Sedangkan dikutip dari Britannica, perayaan Mother’s Day utamanya di Amerika Serikat secara modern dirayakan pada hari Minggu kedua di Bulan Mei.
    Banyak negara lainnya juga merayakan pada waktu tersebut. Akan tetapi, ada juga sebagian yang memperingatinya di tanggal lain.
  2. Sejarah yang Berbeda
    Disebutkan dalam buku berjudul Sejarah Organisasi Perempuan Indonesia 1928-1998 karya Mutiah Amini, Hari Ibu 22 Desember di Indonesia ditetapkan dalam Kongres Perempuan Indonesia yang ketiga. Waktu tersebut dipilih karena para tokoh perempuan Indonesia kala itu melihat tanggal ini sebagai tonggak terbentuknya persatuan perempuan. Artinya, para perempuan mulai sadar atas keadaannya, kewajibannya, dan kedudukannya di Indonesia.

Dikutip dari buku Sejarah SMP Kelas VIII tulisan Anwar Kurnia dan Moh. Suryana, 22 Desember sebetulnya adalah hari lahir Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI) yang kemudian namanya diubah menjadi Perhimpunan Istri Indonesia (PPII).

Kongres Perempuan sendiri diadakan selama tiga kali. Kongres Perempuan II diadakan pada 23-28 Juli 1938 di Bandung dan dipimpin Ny. Emma Puradireja. Sementara, Kongres Perempuan II dilaksanakan di Jakarta pada 20-24 Juli 1935 dan dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro. Sebelumnya, Kongres Perempuan Indonesia I diadakan pada 22 Agustus 1928 di Yogyakarta.

Berbeda dengan Hari Ibu di Indonesia yang bermula dari gerakan nasional kaum perempuan, Mother’s Day dimulai saat ibu dari Anna Jarvis di Philadephia, AS, menggerakkan kelompok-kelompok perempuan untuk menggalakkan persahabatan dan kesehatan. Pada 12 Mei 1907 dia mengadakan peringatan untuk mendiang ibunya di sebuah gereja di Grafton, Virginia Barat.

Dalam waktu lima tahun, setiap negara bagian pun melakukan hal yang sama. Sehingga, pada 1914 mantan Presiden AS Woodrow Wilson menetapkannya sebagai hari libur nasional.

  1. Diperingati Secara Berbeda
    Seperti telah dikatakan sebelumnya, menurut Keppres Nomor 316/1959 yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno, Hari Ibu 22 Desember ditetapkan sebagai hari nasional, namun bukan hari libur. Sedangkan menurut ketetapan mantan Presiden AS Woodrow Wilson, Mother’s Day adalah national holiday atau hari libur.

Di samping itu, Jarvis sebagai pionirnya menggunakan bunga carnation putih sebagai penghormatan pada ibunya. Kebiasaan ini pun berkembang menjadi carnation pink atau merah untuk melambangkan ibu yang masih hidup dan carnation putih untuk yang telah meninggal.

Pada akhirnya, cara perayaan ini mengalami modifikasi, di mana peringatannya juga ditujukan untuk nenek maupun tante yang memiliki peran sebagai ibu. Mereka yang memperingatinya pun mulai bertukar kartu dan hadiah. Sehingga, Jarvis yang mempopulerkan peringatan ini pun akhirnya menentang peringatan Mother’s Day di akhir hidupnya. Dirinya menentang hal ini sebagai bentuk protes komersialisasi peringatan tersebut.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.