Awalnya Iseng Bisa Meraup Omset Hingga Ratusan Juta Dari Jualan Sambal
Awalnya Iseng Bisa Meraup Omset Hingga Ratusan Juta Dari Jualan Sambal

Awalnya Iseng Bisa Meraup Omset Hingga Ratusan Juta Dari Jualan Sambal

Diposting pada

Cirebonshare.comAwalnya Iseng Bisa Meraup Omset Hingga Ratusan Juta Dari Jualan Sambal. Peluang usaha bisa datang dari mana saja, bahkan dari kuliner sederhana pun bisa jadi cuan seperti Sambal. Siapa sangka jika kuliner yang berbahan dasarkan cabai ini dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Dari berjualan sambal Bu Djuli, Merlin mengaku dapat meraup omset hingga ratusan juta rupiah per bulannya

Baca Juga : Rekomendasi Beberapa Peluang Bisnis Modifikasi Bentuk Makanan Khas Daerah Yang Menjanjikan

Bahkan menurutnya sambal dari Surabaya ini berhasil menembus pasar luar negri. Padahal awalnya Merlin mengaku hanya iseng dengan membuka PO di media sosialnya.

“Pas awal pandemi di Januari 2020, aku iseng aja upload sambal ini di Instragram aku. eh kok banyak yang pengen nyobain, aku bisa sampai 1.000 botol per minggu,” ungkapnya.

Ia pun kaget deengan antusias konsumen terhadap sambal buatannya. Merlin menjelaskan jika resep sambal ini berasal dari ibunya. Nama sambal Bu Djuli pun ter inspirasi dari nama ibunya.

Merlin mengaku bahwa awalnya tidak ada niatan serius menjalankan bisnis sambal ini. Ia tidak menyangka bisa menjual 1.000 botol sambal hanya dalam waktu seminggu. Menurutnya ini tak lepas dari peran media sosial yang membantunya memasarkan produk samabalnya ini.

Karen permintaan yang sangat membeludak. Merlin mulan menjalankan bisnis sambalnya ini secara serius. Ia bermitra dengan Ivonne Magdalena, sahabat lamanya yang juga konsumen sambal Bu Djui.

Kini, Merlin bisa menjual 7.000 botol sambal dalam waktu satu bulan, jika dihitung dari harga per orderny. merlin bisa mendapat omset hingga ratusan juta per bulannya.

Baca Juga : Berikut Kumpulan Makanan Khas Nusantara Yang Harus Kalian Coba

“Mungkin kalu per botol aja bisa sampai 7.000 per bulan, itu rata-rata kalau penjulan bagus, stabilnya ya. Dan satu botolnya karena kita agak premium, ada berkisaran RP 40.000 sampai RP 50.000. Omsetnya ya bisa sampai ratusan,kita ambil average aja gitu,” jelasnya.

Sambal Bu Djui memiliki 10 varian produk, di antaranya sambal cumangi, sambal kecombrang, sambal mercon, sambal pingit, sambal petir, crispy terbang teri kecombrang, sambal curang, sambal arang asap, sambal cuek, dan abon ikan peda pedas.

Merlin juga membenarkan jika sambalnya produksinya itu sudah menembus pasar luar negri. Bahkan pencapanya ini didapatkannya kurang dari satu tahun.

“Aku pernah jual ke Amerika, Kanada, Siangpura, Malaysia, Australia, Eropa juga pernah, seluruh dunia pernah, Jepang pernah, tapi cuman perorangan aja,” ungkapnya.

Tembusnhya sambal Bu Djui ke pasar luar negri diawali saat masa pandemi. Menurut Merlin, saat itu banyak WNI yang tidak bisa pulang ke tanah air. Akhirnya beberapa orang inisiatif menjadi seller dan memasarkan sambalnya ke luar negri.

Memasarkan sambalnya ke luar negri memberikan tantangan tersendiri. Sebab harus ada dokumendokumen yang dilengkapi seperti sertifikat BPOM dan lainnya.

Namun, Merlin mengaku penjualan produk sambal-nya ke luar negeri mulai berkurang. Penyebabnya yaitu pembatasan yang mulai longgar sehingga WNI bisa kembali ke Indonesia dan membeli sambal di Indonesia.

Baca Juga : Kumpulan Ide Nama Usaha Makanan Unik

Merlin juga menjelaskan tentang terbesarnya dalam menjalankan bisnis sambalnya, Tantangan tersebut terletak pada harga bahan baku sambal yang fluktuatif.

Merlin juga memiliki strategi khusu menghadapi harga bahan baku yang tidak setabi. Ia mengambil gharga rata-rata terendah dan tertingi dari bahan baku yang digunakan. Dari situ ia bisa mendapat patokan sehingga dapat berkembang.

Dengan semakin besarnya Sambal Bu Djui Merlin berencana melakukan ekpansi bisnis. Misalnya dengan berkolaborasi dengan sesama pembisnis kuliner. Ia menyebut inovasi di perluas supaya bisnisnya terus berkembang.

Tantangan lainnya yaitu terkait penyimpanan bahan baku dan pengiriman bahan baku dari supplier. Jika kualitas dan penyimpana bahan baku jelek maka kulitas sambal pun jelek. padahal kulitas menjadi yang terpenting bagi konsumen.

Selain itu juga muncul kompetitor sesama penjual sambal. Ia menhadapi tantangan ini dengan lebih kteatif dalam hal marketing.

Baca Juga : Baca Remarriage Never And Go Away Novel Sub Indo

Pemasaran Sambal Bu Djui memang mengandalkan media sosial, seperti Instragram dan Tiktok. Merlin mengaku mendapat dukungan cukup besar dari platform media sosial khususnya Tiktok.

Penjualan smabal Bu Djui juga di lakukan di beberapa marketplace seperti Tokopedia, Shopee dan juga Lazada. Untuk pembuatan toko fisik sambal Bu Djui masih dalam tahap perencanaan.

Terkait modal awal menjalankan bisnis sambal Bu Djui, Merlin mengaku tidak mengingatnya. Sebab ia menggunakan sistem PO dengan pembayaran di awal yang di lakukan oleh para konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.