Kopi Wine Memiliki Cita Rasa Anggur Meski Tanpa Alkohol
Kopi Wine Memiliki Cita Rasa Anggur Meski Tanpa Alkohol

Kopi Wine Memiliki Cita Rasa Anggur Meski Tanpa Alkohol

Diposting pada

Cirebonshare.comKopi Wine Memiliki Cita Rasa Anggur Meski Tanpa Alkohol. Wine coffie atau kopi wine saat ini tengah banyak di gandrungi banyak orang. Kopi wine, mungkin belum banyak orang yang mengenal kopi yang satu ini.

Saat mendengarnya pasti bertanya-tanya, ini jenis kopi apa? memabukankah? dari kata wine yang membuat orang penasaran, yang diketahui wine merupakan minuman anggur yang mengandung alkohol. Apakah kopi wine seperti anggur dan mengandung alkohol. Bagaimana hukum mengkonsusmsi dalam pandanga islam.

Baca Juga : Berita Fenomena Alam Yang Tarjadi Pada Geosfer, Hidrosfer Dan Litosfer Yang Saling Berkaitan

Wine merupakan minuman yang beralkohol yang di buat dar fermentasi buah anggur. dalam syariat islam, wine termasuk minuman yang haram dikonsumsi dan dapat memabukan.

Sedangkan kopio adalah minuman yang berasal dari biji tanaman, Jika tidak tercampur dengan bahan lain yang haram, hukum mengkonsumsi kopi dalam ajaran islam adalah halal.

Lantas bagaimana denga wine coffie? Istilah kopi wine semakin popular dikalangan masyarakat seirinya maraknya kedai kopi di berbagai daerah di Indonesia yang menawarkan menu ini.

Jika mendengar namanya, mungkin orang akan mengagggap bahwakopi wine dapat memabukan. Namun, itu tidak seperti yang dimbayangkan. Berikut di bawah ini fakta soal kopi wine.

Proses dan Cita Rasa Kopi Wine

Penulis kopi, Mustika Treisna Yuliandri dalam ulasannya di ottocoffie.co.id mengatakan bahwa sebenarnya kopi wine bukanlah sesuatu yang baru di industri kopi.

kopi wine adalah kopi frementasi yang di jemur utuh dan setelah cukup lama baru di kupas. dari proses fermentasi tersebut menghasilkan cita rasa unik menyerupai wine.

Baca Juga : Beredar Foto-Foto Kencan Jennie Dan V BTS Di Pulai Jeju

“wine coffie juga bisa disebut dengan coffie fermentasi atau kopi yang mengalami proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi,” Tulisnya.

Jenis Biji Kopi yang Dipakai

Triesna me njelaskan bahwa kopi yang baik untuk di proses menjadi wine coffie yaitu kopi yang di tanam di atas ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Semakin tinggi kopi di tanam, maka akan semakin banyak getahnya. Sementara untuk biji kopinya bisa menggunakan jenis apa saja. Proses fermentasi dilakukan terhadap kopi yang sudah matang dan berwarna merah.

Baca Juga : Resep Risol Mayo Margo Enak Dan Lumer

Biji kopi yang belum di kupas akan disimpan di tempat khusu. Fermentasi dan penjemuran dilakukan berulang-ulang sampai kopi terlihat kering dan matang.

Proses ini memakan waktyu 30 hingga 60 hari, ditanadai dengan kopi menebar aroma seperti alkohol atau wine.

Kopi wine Tak Mengandung Alkohol

Meskipun difermentasi dan menghasilkan arome dan rasa seperti wine, tetap kopi wine tidak mengandung alkohol, Karakteristrik rasanya segar dan asam.

Pada dasarnya, Kopi termasuk dalam daftar produk yang tidak kritis. Begitu pun dengan proses fermentasi yang dilakukan terhadap kopi.

Baca Juga : Resep Ubi Goreng Krispy Coklat Lumer

Hal ini karena tujuan dar fermentasi bukan untuj menghasilkan kadar alkohol yang memabukan, melainkan untuk menghasilkan cita rasa khas tersendiri saat kopi diseduh.

Tidak Dapat Disertifikasi Halal

Sayangnya, penanam Wine membuat ckopi wine tidak dapat disertifikasi halal. Halal pertnership & Audit Services Director of LPPOM MUI, Dr. Ir, Muslich, M. Si., menyebutkan bahwa keputusan serifikasi halal ada di Komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (KF MUI).

Dalam hal ini, KF MUI memiliki kriteria sertifikasi halal. Di antara kriteria tersebut ada kriteria produk, dan di antar kriteria produk ada kriteria tentang nama produk.

Baca Juga : Identitas Terungkap Inilah Sosok Pemuda Asal Cirebon Di Balik Hacker Bejorka

“Meskipun bahannya semua halal, tapi ketika menggunakan nama-nama tertentu, sebagai bagian dari nama produk, dan itu tidak memenuhi kriteria, maka produk tersebut tidak bisa disertifikasi,” tutur Muslich.

Dijelaskan bahwa adapaun, nama produk yang tidak dapt di sertifikasi halal, yaitu meliputi nama produk yang mengandung nama minuman keras. Di kelompok ini antara lain wine non-alkohol, sampanye, rootbeer, es krim rasa rhum raisin, dan bir 0% alkohol.

Tentunya kebijakan tersebut di lakukan sebagai upaya pencegahan dan edukasi agar masyarakat tidak dalam kondisi tasyabuh, mengkonsumsi produk pangan yang menyerupai dengan haram.