Hujan lebat yang disertai petir kembali menyebabkan banjir di Kota Cirebon. Peristiwa ini terjadi pada Rabu sore, 17 Desember 2025, dan merendam permukiman warga di Gang Rukun, Jalan Aria Kemuning, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Air banjir dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Berdasarkan keterangan warga, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Tak lama berselang, air mulai meluap dan menggenangi lingkungan permukiman. Salah seorang warga, Apriyanto, mengatakan bahwa air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 17.45 WIB.
“Banjir mulai masuk rumah sekitar jam lima sore lewat. Air naik perlahan, dan Alhamdulillah sekitar jam tujuh malam sudah mulai surut,” ungkapnya.
Meski air akhirnya surut, banjir tersebut tetap meninggalkan kekhawatiran bagi warga. Pasalnya, banjir di wilayah Gang Rukun bukanlah kejadian baru. Warga mengaku sudah terlalu sering mengalami banjir, terutama saat musim hujan dengan curah tinggi.
Menurut Apriyanto, sejak awal tahun 2025, banjir sudah berkali-kali terjadi. Bahkan, saat bulan Ramadan lalu, wilayah tersebut hampir setiap pekan terendam air. Kondisi ini membuat warga merasa lelah dan bosan menghadapi banjir yang terus berulang.
“Kalau dihitung dari awal tahun mah sudah tidak keitung. Pas puasa tahun ini saja hampir seminggu sekali kebanjiran. Warga di sini sudah bosan kebanjiran,” keluhnya.
Banjir yang kerap terjadi ini diduga dipicu oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Selain itu, kondisi saluran air yang dangkal dan tersumbat juga memperparah genangan saat hujan lebat mengguyur Kota Cirebon.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan penanganan serius dan solusi jangka panjang. Normalisasi saluran air, perbaikan drainase, hingga evaluasi tata ruang di kawasan rawan banjir dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan berat akibat banjir tersebut. Namun demikian, warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan banjir di Kota Cirebon masih membutuhkan perhatian serius agar keselamatan dan kenyamanan warga dapat terjamin, khususnya di kawasan permukiman yang kerap terdampak setiap musim hujan.










