Beranda / Sosial / Inflasi Kota Cirebon Februari 2026 Tembus 4,83 Persen

Inflasi Kota Cirebon Februari 2026 Tembus 4,83 Persen

Inflasi Kota Cirebon Februari 2026 Capai 4,83 Persen

Inflasi Kota Cirebon Februari 2026 tercatat mengalami kenaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi secara bulanan atau month to month (mtm) di Kota Cirebon mencapai 0,80 persen.

Sementara itu, inflasi year on year (yoy) mencapai 4,83 persen, sedangkan inflasi year to date (ytd) berada di angka 0,35 persen.

Secara tahunan, angka inflasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi harga di Kota Cirebon masih berada di atas rata-rata inflasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Inflasi Cirebon Lebih Tinggi dari Jawa Barat

BPS mencatat inflasi tahunan Kota Cirebon sebesar 4,83 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi di Jawa Barat yang berada di level 4,71 persen serta inflasi nasional sebesar 4,76 persen.

Di wilayah sekitar, Kabupaten Majalengka bahkan mencatat inflasi lebih tinggi yaitu 4,99 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga kebutuhan masyarakat di wilayah Cirebon masih cukup signifikan.

Harga Pangan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar

Kepala BPS Kota Cirebon Samiran menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran yang paling mendorong inflasi pada Februari 2026 adalah makanan, minuman, dan tembakau.

Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,83 persen secara bulanan.

Beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain:

  • Beras
  • Daging ayam ras
  • Bawang merah
  • Telur ayam ras
  • Jeruk
  • Cabai merah
  • Minyak goreng

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

Tarif Listrik Juga Picu Inflasi Tahunan

Selain faktor pangan, inflasi di Kota Cirebon juga dipengaruhi oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Kelompok ini memberikan kontribusi inflasi sebesar 2,27 persen secara tahunan.

Menurut Samiran, komoditas yang paling dominan dalam kelompok tersebut adalah tarif listrik.

Penyesuaian tarif serta meningkatnya biaya energi menjadi salah satu faktor yang memicu kenaikan inflasi di sektor ini.

“Inflasi ini terjadi karena beberapa hal, mulai dari kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadan, khususnya cabai dan bawang, hingga kenaikan harga BBM di sejumlah SPBU sejak 1 Februari 2026,” ujar Samiran.

Harga Beras Cenderung Naik di Awal 2026

BPS juga menyoroti pergerakan harga beberapa komoditas strategis, salah satunya beras.

Dalam dua bulan pertama tahun 2026, harga beras tercatat cenderung mengalami kenaikan.

Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, inflasi tertinggi komoditas beras terjadi pada Februari 2024 yang mencapai 6,83 persen dengan andil inflasi sebesar 0,34 persen.

Sementara itu, penurunan harga terdalam atau deflasi terjadi pada Mei 2024 sebesar 6,52 persen.

Pariwisata Cirebon Tetap Tumbuh

Di tengah tekanan inflasi, aktivitas ekonomi di Kota Cirebon tetap menunjukkan dinamika yang positif.

Sebagai salah satu simpul perjalanan di jalur Pantura, Kota Cirebon mencatat peningkatan jumlah wisatawan nusantara.

Pada Januari 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 245,81 ribu perjalanan.

Jumlah tersebut meningkat 2,07 persen secara tahunan, meskipun secara bulanan mengalami penurunan sebesar 10,44 persen.

Sepanjang tahun 2025, total perjalanan wisatawan nusantara di Kota Cirebon bahkan mencapai 3,05 juta perjalanan, meningkat 33,27 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tingkat Hunian Hotel Mengalami Fluktuasi

Tingkat penghunian kamar hotel di Kota Cirebon pada Januari 2026 juga menunjukkan perubahan.

Secara tahunan, tingkat hunian hotel meningkat 0,36 persen. Namun secara bulanan mengalami penurunan sebesar 11,01 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Cirebon masih cukup dinamis meskipun tekanan inflasi dari sektor pangan dan energi tetap menjadi perhatian utama.

Tag: