Jalur Mandirancan Kuningan Macet Usai Lebaran 2026
Kepadatan arus lalu lintas terjadi di jalur Mandirancan, Kabupaten Kuningan, pada H+1 Lebaran 2026. Kemacetan ini dipicu oleh lonjakan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi favorit di kawasan Kuningan.
Ruas Jalan Siliwangi, tepatnya di sekitar Lapangan Mandirancan, dipadati kendaraan hingga menyebabkan antrean panjang pada Sabtu (22/3/2026).
Antrean Panjang Hingga Simpang Pasar Mandirancan
Kemacetan di jalur Mandirancan Kuningan terpantau cukup parah. Antrean kendaraan mengular mulai dari tanjakan Cibunut di depan SMAN 1 Mandirancan hingga Simpang Tiga Pasar Mandirancan.
Sebagian besar kendaraan didominasi oleh wisatawan yang kembali dari kawasan wisata seperti Linggarjati dan Caracas.
Fenomena ini sejalan dengan tren arus balik Lebaran, di mana lonjakan mobilitas masyarakat sering memicu kemacetan di jalur wisata .
Lonjakan Wisata Jadi Pemicu Utama Kemacetan
Kemacetan di jalur Mandirancan bukanlah hal baru. Setiap musim libur Lebaran, kawasan ini kerap menjadi titik rawan macet akibat meningkatnya jumlah wisatawan.
Kuningan sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat, sehingga arus kendaraan meningkat signifikan saat libur panjang.
Secara umum, sejumlah jalur di Jawa Barat memang diprediksi mengalami kepadatan selama periode Lebaran akibat tingginya mobilitas masyarakat .
Titik Rawan dan Penyebab Kemacetan
Kepadatan mulai terasa sejak sore hari sekitar pukul 14.45 WIB. Arus kendaraan dari kawasan wisata diarahkan menuju jalur Mandirancan, sehingga terjadi penumpukan di beberapa titik krusial.
Beberapa faktor yang memperparah kemacetan antara lain:
- Banyaknya akses keluar masuk desa
- Persimpangan menuju masjid
- Kendaraan dari gang kecil yang masuk ke jalan utama
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat, terutama menuju Simpang Tiga Mandirancan-Naneggla.
Rekayasa Lalu Lintas dan Peran Warga
Untuk mengurai kemacetan, petugas di pos pengamanan pertigaan Fajar Mandirancan menerapkan sistem buka-tutup arus kendaraan dari tiga arah, yakni Paniis, Sumber, dan Mandirancan.
Selain itu, sejumlah pemuda setempat juga turut membantu mengatur lalu lintas secara swadaya.
Upaya ini cukup membantu mengurangi kepadatan, meskipun volume kendaraan dari arah objek wisata masih tergolong tinggi hingga sore hari.
Kondisi Lalu Lintas Mulai Berangsur Normal
Memasuki sore hingga malam hari, kondisi lalu lintas di jalur Mandirancan mulai berangsur membaik.
Namun demikian, lonjakan wisata Lebaran tetap menjadi faktor utama yang memicu kepadatan di jalur penghubung kawasan wisata seperti Mandirancan.
Kesimpulan
Kemacetan di jalur Mandirancan Kuningan usai Lebaran 2026 dipicu oleh meningkatnya aktivitas wisata masyarakat. Meski sudah dilakukan rekayasa lalu lintas, tingginya volume kendaraan tetap menyebabkan antrean panjang.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa jalur wisata perlu pengelolaan lalu lintas yang lebih optimal, terutama saat musim liburan.






