Cirebon,- Calon Wali Kota (Cawalkot) Cirebon Handarujati Kalamullah kembali melakukan blusukan ke masyarakat. Kali ini, pria yang akrab disapa Andru, mengunjungi RW 04 Cangkol Utara, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (21/7/2024).
Kedatangan politisi dari Partai Demokrat itu, disambut dengan tradisi surak dan disambut oleh puluhan masyarakat setempat. Setelah tradisi surak, Andru didampingi istri dan ketua RW setempat berdiskusi dengan masyarakat. Dia juga membagikan minyak sayur untuk warga yang membutuhkan.
Setelah menyerap aspirasi, Andru pun ikut kerja bakti membersihkan tumpukan sampah di selokan. Dia juga meninjau jaringan air limbah yang tersumbat akibat endapan lumpur di Cangkol Utara.
Berdasarkan hasil peninjauan, Andru merasa prihatin dengan kondisi tersumbatnya jaringan air limbah tersebut. Sebab dikhawatirkan, berdampak pada kesehatan dan pencemaran lingkungan.
“Lingkungan yang kotor akan menimbulkan bahaya baik dari lingkungan maupun Kesehatan masyarakatnya,” kata Andru.
Untuk itu, kata Andru, perlu adanya perbaikan menyeluruh, agar jaringan air limbah masyarakat di RW 04 Cangkol Utara Kembali normal. Terlebih wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah padat penduduk di Kota Cirebon.
“Tidak bisa setengah-setengah harus menyeluruh. Karena saluran satu sama lain saling terhubung dan berada di dalam pemukiman,” ungkapnya.
Solusi jangka pendek, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk secepatnya membersihkan endapan lumpur dan sampah di jaringan air limbah ini.
“Nanti saya akan sampaikan kepada dinas terkait, agar segera bertindak membersihkan,” ujarnya.
Dia pun berjanji jika dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Kota Cirebon, akan memperbaiki jaringan air limbah yang tersumbat. Terlebih salah satu program prioritasnya adalah bersih.
“Tagline saya Bersih Agamis Ramah dan Unggul (BARU) jadi kebersihan jadi prioritas,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Cangkol Utara, Sri Sulaeman menyampaikan rutin melakukan kerja bakti. Hanya kesulitan membersihkan endapan lumpur yang ada di jaringan air limbah.
“Sudah rutin hanya sampahnya saja. Kalau endapan lumpur jarang diambil, sebab sulit,” singkatnya. (HSY)










