Penemuan Mayat di Majalengka, Polisi Pastikan Bukan Korban Begal
Penemuan mayat di Majalengka menggegerkan warga Desa Gunungmanik, Kecamatan Talaga, pada Minggu (29/3/2026). Sesosok pria ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pinggir jalan, tepatnya di dekat pintu gerbang salah satu rumah warga.
Korban ditemukan dalam posisi tersungkur dengan tubuh tertutup sarung dan bersandar di area garasi rumah warga. Awalnya, warga mengira pria tersebut hanya sedang beristirahat. Namun setelah dipanggil beberapa kali tanpa respons, warga mulai curiga dan mendekat untuk memastikan kondisi korban.
Warga Sempat Mengira Korban Tertidur
Penemuan mayat di Majalengka ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Emo (65). Saat itu, ia tengah melintas menuju rumah warga lain dan melihat seseorang terbungkus sarung.
Karena tidak ada respons saat dipanggil, Emo kemudian mengajak warga lain untuk memeriksa kondisi pria tersebut. Setelah diperiksa lebih lanjut, korban diketahui sudah meninggal dunia. Kejadian ini pun langsung mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.
Sempat Viral, Diduga Korban Begal
Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi. Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan bahwa korban merupakan korban begal.
Namun, pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi guna meluruskan informasi yang beredar. Penemuan mayat di Majalengka ini dipastikan tidak berkaitan dengan tindak kriminal.
Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan
Kapolres Majalengka melalui Kasat Reskrim AKP Udiyanto menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya unsur kekerasan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ada indikasi pembegalan atau kekerasan. Seluruh barang milik korban juga masih lengkap,” ujar AKP Udiyanto.
Selain itu, tidak ditemukan luka yang mengarah pada aksi penganiayaan. Fakta ini semakin memperkuat bahwa penemuan mayat di Majalengka tersebut bukan akibat tindak kejahatan.
Diduga Meninggal Akibat Hipotermia
Berdasarkan keterangan sementara, korban diketahui memiliki riwayat penyakit. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh menurun secara ekstrem.
Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Koordinasi dengan Keluarga
Petugas dari Polsek Talaga bersama tim Inafis Polres Majalengka langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
Korban diketahui merupakan warga setempat dan memiliki hubungan keluarga dengan warga di sekitar lokasi. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga untuk penanganan lebih lanjut.
Imbauan Polisi untuk Masyarakat
Kasus penemuan mayat di Majalengka ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kepanikan.






