CirebonShare.com – Cirebon, 12 Agustus 2025 – Program Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Polresta Cirebon kembali menjadi sorotan publik. Tidak hanya fokus pada penegakan hukum, Polresta Cirebon menunjukkan kepeduliannya pada kesejahteraan masyarakat. Kali ini, bantuan difokuskan pada dua rumah warga yang kondisinya memprihatinkan, masing-masing di Desa Kaliwulu, Kecamatan Plered, dan Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber.
Renovasi ini tidak hanya sekadar mengganti material bangunan, tetapi juga membangun harapan dan semangat baru bagi penghuninya. Kehadiran polisi, TNI, mahasiswa, perangkat desa, serta masyarakat dalam satu kegiatan menjadi bukti kuat bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
Latar Belakang Program
Program Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Polresta Cirebon lahir dari keprihatinan aparat kepolisian ketika turun langsung ke lapangan. Dalam patroli rutin atau kegiatan sambang desa, tak jarang mereka menemukan rumah dengan kondisi sangat tidak layak — dinding rapuh, atap bocor, lantai tanah, bahkan tanpa kamar mandi.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni SIK SH MH mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial institusi kepolisian.
“Kami ingin polisi hadir tidak hanya ketika ada masalah hukum, tetapi juga dalam memberikan solusi sosial. Rumah yang layak huni adalah kebutuhan dasar setiap warga,” ujar Kombes Pol Sumarni.
Profil Penerima Bantuan
1. Ibu Marina – Desa Kaliwulu, Kecamatan Plered
Ibu Marina (65) adalah seorang janda yang telah lama tinggal di rumah sederhana peninggalan orang tuanya. Bangunan rumahnya berdinding anyaman bambu yang sudah berlubang di banyak sisi. Lantainya masih berupa tanah, dan setiap musim hujan, air mengalir masuk melalui celah-celah lantai.
Tidak ada WC di dalam rumah, sehingga beliau harus berjalan cukup jauh ke rumah tetangga untuk mandi atau buang air. Kondisi ini sangat menyulitkan, mengingat usianya yang sudah lanjut dan fisiknya yang lemah.
2. Ibu Asriah – Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber
Ibu Asriah (80) hidup seorang diri setelah ditinggal suaminya. Rumahnya terbuat dari papan kayu lapuk dan beratap genting yang sebagian sudah pecah. Beberapa kali hujan deras menyebabkan bagian atap roboh.
Lantainya yang tanah membuat udara di dalam rumah lembap dan memicu penyakit. Meski kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun, beliau tidak mampu merenovasi rumah karena penghasilan yang tidak tetap.
Proses Renovasi
Renovasi di Desa Kaliwulu dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolresta Cirebon. Masyarakat, mahasiswa, dan anggota TNI ikut bahu-membahu mengangkut material seperti semen, pasir, dan bata merah.
Sedangkan di Desa Sidawangi, proses sudah selesai sebelum peresmian. Rumah Ibu Asriah kini berdinding permanen, lantai keramik, atap baru yang kokoh, serta dilengkapi kamar mandi dalam. Bantuan juga mencakup perlengkapan rumah tangga seperti kasur, bantal, sprei, dispenser, dan paket sembako.
Kombinasi bantuan fisik dan kebutuhan sehari-hari ini menjadi bentuk perhatian yang menyeluruh, bukan hanya membangun tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuni.
Peran Semua Pihak
Program Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Polresta Cirebon tidak bisa berjalan tanpa dukungan berbagai pihak.
- TNI dan Bhabinkamtibmas: Terlibat langsung dalam pengerjaan fisik dan pengamanan lokasi.
- Mahasiswa UIN Cirebon: Membantu pengecatan, pengangkutan material, dan membersihkan lingkungan.
- Donatur: Menyumbang bahan bangunan, perlengkapan rumah tangga, dan sembako.
- Perangkat Desa: Mengkoordinasikan warga untuk gotong royong dan memastikan proses berjalan lancar.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Program ini memberikan dampak ganda bagi warga:
- Kesehatan Meningkat – Lantai keramik dan atap yang rapat mengurangi risiko penyakit akibat lembap.
- Rasa Aman – Struktur bangunan yang kokoh mengurangi kekhawatiran roboh saat hujan atau angin kencang.
- Solidaritas Sosial – Warga merasakan ikatan emosional lebih kuat dengan adanya kerja sama dalam membangun rumah.
- Motivasi Ekonomi – Dengan tempat tinggal yang layak, penerima bantuan dapat lebih fokus mencari penghasilan tanpa harus memikirkan perbaikan rumah terus-menerus.
Data Rutilahu di Kabupaten Cirebon
Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Cirebon, hingga 2024 terdapat lebih dari 12.000 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai kecamatan. Faktor penyebab utamanya adalah:
- Rendahnya penghasilan keluarga
- Usia bangunan yang sudah tua
- Minimnya akses terhadap program bantuan
Dengan adanya Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Polresta Cirebon, jumlah ini diharapkan berkurang setiap tahunnya. Meski kontribusinya baru sebagian kecil, dampaknya terasa langsung bagi penerima.
Testimoni Warga
Beberapa warga menyampaikan rasa harunya.
“Saya tidak pernah membayangkan rumah ini bisa sebagus sekarang. Terima kasih Polresta Cirebon dan semua yang membantu,” kata Ibu Asriah sambil menitikkan air mata.
“Dulu kalau hujan, saya tidak bisa tidur karena bocor. Sekarang rumahnya aman dan nyaman,” ungkap Ibu Marina.
Ajakan Kapolresta
Kapolresta Cirebon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan saling membantu.
“Mari kita hidupkan kembali ronda malam dan gotong royong. Kalau ada warga yang kesulitan, kita bantu bersama-sama. Satu rumah mungkin kecil, tapi dampaknya besar,” tegasnya.
Kesimpulan
Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Polresta Cirebon adalah bukti nyata bahwa keamanan dan kesejahteraan adalah dua hal yang saling berkaitan. Dengan membangun rumah warga, Polresta Cirebon membangun rasa percaya, solidaritas, dan optimisme di masyarakat.
Bantuan ini bukan sekadar renovasi bangunan, tetapi juga renovasi semangat hidup. Semoga program ini menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk terlibat dalam kegiatan serupa.
BACA JUGA : Gerakan Pangan Murah Polresta Cirebon Bantu Warga
BACA JUGA : Babinsa Gagalkan Curanmor di Ligung Majalengka
JANGAN LEWATKAN !! : Pasang Iklan Gratis di CirebonShare.com Selama Agustus










