Cirebon,- Buku Perempuan Penggerak Perdamaian resmi diluncurkan di Kota Cirebon, Sabtu (5/10/2024). Buku tersebut mempersembahkan kisah inspiratif dari enam tokoh perempuan lintas iman yang berperan aktif dalam menjaga perdamaian di wilayah Ciayumajakuning.
Acara tersebut berlangsung di Rumah Rengganis, Jalan Lapangan Udara, Penggung Selatan, dan menghadirkan tiga tokoh perempuan yang turut menyumbangkan cerita tentang pentingnya peran perempuan dalam memajukan toleransi di tengah masyarakat.
Ketiga pembicara tersebut yakni Alifatul Arifiati dari Fahmina Institute, Cici Sitomarang founder Inspiration House, dan Juwita Djatikusumah, tokoh Sunda Wiwitan Kuningan.
Fachrul Misbahudin, editor sekaligus salah satu penulis buku tersebut menjelaskan karya tersebut menampilkan kisah enam tokoh perempuan dari beragam agama seperti Islam, Hindu, Buddha, Sunda Wiwitan, Kristen, dan Katolik.
“Buku ini menjadi modal awal untuk menunjukkan bahwa banyak perempuan yang berperan aktif dalam gerakan perdamaian, namun hanya sedikit yang terdokumentasikan, terutama melalui tulisan,” ujar Fachrul
Menurut Fachrul, peluncuran buku ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa, perempuan memiliki peran signifikan dalam isu perdamaian, khususnya dalam konteks agama.
“Ini adalah langkah awal. Gerakan perempuan perlu lebih dikenal oleh publik agar peran mereka dalam perdamaian dapat lebih diapresiasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Cici Situmarang, salah satu kontributor buku sekaligus founder Inspiration House mengatakan pentingnya buku ini dalam memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya generasi Z.
“Buku ini dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam perdamaian, terutama di negara kita yang kaya akan keberagaman,” ujar Cici.
Cici juga membagikan pengalaman pribadinya yang menjadi latar belakang keterlibatannya dalam gerakan ini.
“Pengalaman tersebut mendorong saya untuk fokus pada pendidikan toleransi melalui Inspiration House, agar orang lain tidak mengalami hal yang sama seperti saya,” katanya.
Dengan peluncuran buku ini, Cici berharap dapat menginspirasi perempuan lain untuk terlibat dalam gerakan positif terkait toleransi.
“Walaupun gerakan ini masih kecil, saya berharap ini bisa menjadi semangat bagi perempuan-perempuan lain di luar sana untuk bergerak demi perdamaian dan toleransi,” pungkasnya.










