Wacana pembangunan arena tinju di kolong fly over Cirebon menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lokasi yang dimaksud berada di kawasan Pegambiran, Jalan Jenderal Bypass Ahmad Yani, Kota Cirebon.
Rencana tersebut muncul sebagai upaya menghadirkan ruang positif bagi kalangan remaja. Namun, Walikota Cirebon Effendi Edo secara tegas menyatakan tidak setuju dengan usulan pemanfaatan kolong fly over sebagai sasana olahraga tinju.
Pernyataan itu disampaikan Effendi Edo saat menghadiri Rapat Kerja Cabang KONI Kota Cirebon pada Rabu, 13 Mei 2026, di Sekretariat KONI Kota Cirebon kawasan Bima.
“Terkait usulan dari Pertina untuk membuat ring tinju di bawah fly over, saya pribadi tidak menyarankan hal tersebut karena area tersebut bukan diperuntukkan bagi ranah olahraga,” ujar Edo.
Menurutnya, hasil kajian sementara menunjukkan kawasan kolong fly over Pegambiran belum layak dimanfaatkan sebagai arena olahraga tinju. Pemerintah Kota Cirebon menilai faktor keamanan dan kelayakan fasilitas masih menjadi perhatian utama.
Meski demikian, Edo mengakui konsep pemanfaatan kolong jalan layang untuk aktivitas olahraga pernah diterapkan di Jakarta. Namun, penggunaan tersebut hanya bersifat sementara sebagai tempat latihan, bukan fasilitas permanen.
“Meskipun ada contohnya di Jakarta, namun itu biasanya hanya untuk latihan sementara saja,” ucapnya.
Walikota Cirebon kembali menegaskan bahwa berdasarkan hasil kajian yang ada saat ini, rencana arena tinju di kolong fly over Cirebon belum memungkinkan direalisasikan.
Sebelumnya, ide pemanfaatan kolong fly over Pegambiran sebagai arena olahraga tinju disampaikan anggota DPRD Kota Cirebon Fraksi PDI Perjuangan, Subagja.
Menurut Subagja, ruang kosong di bawah jalan layang sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih positif dibanding menjadi lokasi nongkrong atau aktivitas negatif lainnya.
Sebagai Ketua Pertina Kota Cirebon dan pemilik Sasana Tinju Bara Boxing Cirebon, ia menilai olahraga tinju mampu menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus menekan angka kenakalan remaja dan tawuran.
“Daripada digunakan untuk kegiatan negatif, lebih baik dijadikan tempat pembinaan olahraga dan penyaluran bakat anak-anak muda,” katanya.
Subagja juga menilai olahraga tinju tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tetapi turut melatih disiplin, mental bertanding dan sportivitas.
“Olahraga tinju tidak hanya membentuk fisik, tetapi juga melatih disiplin, mental dan sportivitas generasi muda,” ujarnya.
Ia mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk mulai menata area kosong di perkotaan agar menjadi ruang publik yang lebih produktif dan kreatif bagi masyarakat.
Menurutnya, kawasan yang awalnya terlihat kumuh dapat berubah menjadi ruang bermanfaat jika dikelola secara serius dan tepat.
Subagja mencontohkan penataan kolong fly over Pasar Rebo di Jakarta yang kini menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang berkumpul anak muda.
Melihat kebutuhan fasilitas olahraga remaja di Kota Cirebon yang semakin tinggi, ia optimistis konsep serupa dapat diterapkan sebagai ikon baru pembinaan generasi muda di daerah tersebut.
Meski menuai perdebatan, wacana arena tinju di kolong fly over Cirebon dinilai membuka diskusi baru tentang pentingnya ruang publik kreatif dan fasilitas olahraga yang aman bagi anak muda.





