Situ Cikolet Kuningan Diduga Tercemar Limbah Ayam
Kondisi Situ Cikolet kini memprihatinkan. Sumber air yang berada di Dusun Manis RT 04/RW 01, Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan ini diduga mengalami pencemaran limbah ayam.
Akibatnya, warga mulai mengeluhkan bau menyengat hingga gangguan kesehatan setelah menggunakan air dari situ tersebut.
Perubahan Kondisi Air Terjadi Bertahap
Warga setempat mengungkapkan bahwa perubahan kualitas air di Situ Cikolet Kuningan terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.
Air yang dulunya jernih kini berubah menjadi:
- Keruh
- Berbau tidak sedap
- Mengeluarkan aroma menyengat, terutama saat siang hari
Kondisi ini membuat masyarakat merasa tidak nyaman dan mulai khawatir untuk menggunakan air dalam aktivitas sehari-hari.
Warga Alami Gatal Setelah Gunakan Air
Selain bau yang menyengat, warga juga mengaku mengalami gangguan kesehatan, terutama masalah kulit.
Beberapa keluhan yang muncul antara lain:
- Gatal-gatal setelah mandi
- Iritasi kulit
- Ketidaknyamanan saat menggunakan air
“Dulu airnya bersih, bisa dipakai mandi, mencuci, bahkan untuk wudhu. Sekarang sudah tidak layak digunakan,” ujar salah satu warga.
Diduga Akibat Limbah Pemotongan Ayam
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencemaran Situ Cikolet Kuningan ini diduga berasal dari aktivitas usaha pemotongan ayam di sekitar lokasi.
Limbah yang diduga mencemari antara lain:
- Sisa organ ayam
- Darah dan kotoran
- Bangkai ayam
Limbah tersebut disebut dibuang langsung ke area sekitar situ tanpa proses pengolahan yang memadai.
Dampak Besar bagi Kehidupan Warga
Situ Cikolet memiliki peran penting bagi warga Dusun Manis. Selain sebagai sumber air bersih, lokasi ini juga digunakan untuk kebutuhan ibadah di mushola sekitar.
Akibat pencemaran, aktivitas warga menjadi terganggu, termasuk:
- Kebutuhan air rumah tangga
- Kebersihan lingkungan
- Aktivitas ibadah
Sudah Berlangsung Selama Tiga Tahun
Warga menyebut kondisi ini telah berlangsung sekitar tiga tahun. Selama itu, berbagai keluhan sudah disampaikan kepada pihak terkait.
Namun hingga saat ini, belum ada langkah konkret untuk mengatasi pencemaran tersebut. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan keresahan di tengah masyarakat.
Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Masyarakat berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera turun tangan melakukan peninjauan langsung.
Langkah yang diharapkan antara lain:
- Investigasi sumber pencemaran
- Penindakan terhadap pelaku
- Pemulihan kualitas air
- Pengawasan limbah usaha
Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih luas, termasuk kerusakan lingkungan dan pencemaran air tanah.
Pentingnya Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab
Kasus Situ Cikolet Kuningan ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengelolaan limbah yang baik, terutama dari aktivitas usaha.
Tanpa pengawasan yang ketat, pencemaran lingkungan dapat berdampak panjang terhadap kesehatan masyarakat dan ekosistem.
Warga kini berharap Situ Cikolet dapat kembali menjadi sumber air bersih seperti sebelumnya, bukan justru menjadi sumber masalah.






