Banjir Terjang Desa Dawuan Cirebon, Air Capai 80 Sentimeter
Banjir kembali melanda wilayah Cirebon akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis sore hingga malam, 5 Februari 2026. Tidak hanya terjadi di Kota Cirebon, banjir juga meluas ke wilayah Kabupaten Cirebon, khususnya Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani.
Berdasarkan laporan warga yang diteruskan melalui WAG Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon, ketinggian air yang menggenangi permukiman warga di Desa Dawuan mencapai sekitar 80 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan meningkatkan risiko kerugian materi.
Hujan Deras Picu Banjir di Kabupaten dan Kota Cirebon
Sebelum banjir meluas ke Desa Dawuan, hujan deras lebih dulu menyebabkan genangan air di sejumlah titik Kota Cirebon. Beberapa ruas jalan utama dilaporkan terendam air, di antaranya Jalan Pemuda dan Jalan Terusan Pemuda.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air di sekitar Kantor Bulog Sub Drive Cirebon cukup tinggi hingga membuat sejumlah kendaraan mogok. Pengendara terpaksa menepikan kendaraan di pinggir jalan untuk menghindari kerusakan mesin.
Selain itu, genangan air juga terlihat di sekitar Jalan Terusan Pemuda, Kampus 3 Universitas Gunung Jati (UGJ), serta Kantor RRI Cirebon. Kondisi ini memperlambat arus lalu lintas dan mengganggu mobilitas warga.
Jalan Perjuangan Kembali Tergenang Air
Tidak hanya di pusat kota, genangan air juga terjadi di Jalan Perjuangan, tepatnya di depan Perumahan Graha Alwita. Air mulai menggenangi jalan setelah hujan turun cukup lama dan terus bertambah hingga menutup sebagian badan jalan.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas. Sejumlah pengendara bahkan memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari risiko mogok di tengah genangan air.
Dalam beberapa waktu terakhir, Jalan Perjuangan memang kerap dilanda genangan setiap kali hujan deras turun. Kondisi ini diduga kuat akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar.
Dampak Genangan Air bagi Pengguna Jalan
Genangan air yang terjadi di berbagai titik Cirebon tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Lubang jalan yang tertutup air serta arus kendaraan yang tersendat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
Selain itu, genangan yang berulang dapat mempercepat kerusakan jalan. Aspal yang terus-menerus terendam air berpotensi mengalami penurunan kualitas, sehingga memicu munculnya lubang dan gelombang pada permukaan jalan.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga
Hingga Kamis malam, hujan masih turun dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Cirebon. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan rawan banjir dan genangan.
Pengendara juga disarankan untuk mengurangi kecepatan serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Mengingat musim hujan masih berlangsung, potensi banjir dan genangan air diperkirakan masih bisa terjadi di berbagai wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus memantau kondisi lapangan serta melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak banjir bagi masyarakat.










