Curah Hujan Tinggi Picu Longsor di Purwawinangun Kuningan, TPT Jalan Ambrol 25 Meter
Longsor di Purwawinangun Kuningan terjadi setelah wilayah Kabupaten Kuningan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama. Peristiwa ini menyebabkan tembok penahan tebing (TPT) jalan ambrol sepanjang kurang lebih 25 meter.
Bencana tanah longsor tersebut terjadi di Jalan Pramuka Gang Siaga RT 01 RW 01, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 14.40 WIB.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.
Curah Hujan Tinggi Sebabkan TPT Jalan Longsor
BPBD Kabupaten Kuningan menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat menyebabkan pergerakan tanah yang mengakibatkan TPT jalan longsor sepanjang sekitar 25 meter.
Selain merusak tembok penahan tebing, material longsoran juga menyeret sebagian badan jalan gang yang berada di lokasi kejadian.
“Curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dan durasi cukup lama mengakibatkan TPT jalan longsor sepanjang kurang lebih 25 meter dan menyeret badan jalan gang,” demikian keterangan BPBD Kabupaten Kuningan.
Longsor di Purwawinangun Kuningan juga berdampak pada lingkungan sekitar. Material tanah dilaporkan mengancam dua unit rumah warga dan menimpa sebagian area kolam ikan milik masyarakat.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski menimbulkan kerusakan infrastruktur dan mengancam permukiman warga, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tanah longsor tersebut.
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Kuningan langsung melakukan assessment bersama aparat kelurahan, kecamatan, TNI, POLRI, dan masyarakat setempat.
Petugas juga melakukan penutupan akses jalan di area longsoran guna mengantisipasi risiko longsor susulan yang dapat membahayakan warga.
Warga Diimbau Tetap Waspada
BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana longsor susulan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu lama.
Kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kuningan membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan dan dekat tebing.
Longsor di Purwawinangun Kuningan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap dampak curah hujan tinggi yang dapat memicu pergerakan tanah dan kerusakan infrastruktur.






