Beranda / Insiden / Kebakaran Pabrik Briket di Cirebon, Api Hanguskan 4 Ton Bahan

Kebakaran Pabrik Briket di Cirebon, Api Hanguskan 4 Ton Bahan

Kebakaran Pabrik Briket di Cirebon, Api Berkobar 6 Jam Hanguskan 4 Ton Bahan Baku

Kebakaran pabrik briket di Cirebon terjadi pada Minggu (17/5/2026) dini hari dan menghanguskan sekitar 4 ton bahan baku briket batubara. Insiden tersebut terjadi di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.

Peristiwa ini sempat membuat panik warga sekitar karena kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Api bahkan baru berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih enam jam.

Kebakaran Diduga Berasal dari Oven Pembakaran

Laporan pertama mengenai kebakaran pabrik briket di Cirebon diterima petugas sekitar pukul 00.57 WIB dari seorang warga bernama Deni. Setelah menerima laporan, Regu III Damkar Sektor Palimanan langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 01.11 WIB.

Saat petugas tiba di lokasi, api terlihat sudah membesar di area oven bagian utara bangunan utama pabrik. Petugas kemudian fokus melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke area lain di sekitar kawasan industri tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh suhu mesin oven yang terlalu panas atau overheat. Seorang karyawan yang berjaga mengaku melihat asap keluar dari ruangan oven sekitar pukul 00.30 WIB.

Karena pintu ruangan dalam kondisi terkunci, karyawan berusaha membuka gembok menggunakan alat gerinda. Namun, saat pintu berhasil dibuka, api ternyata sudah membesar dan sulit dikendalikan.

Proses Pemadaman Berlangsung Selama 6 Jam

Upaya awal pemadaman dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Akan tetapi, api tidak berhasil dipadamkan sehingga karyawan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Proses pemadaman kebakaran pabrik briket di Cirebon berlangsung cukup lama. Petugas harus membongkar tumpukan briket setinggi sekitar dua meter agar air dapat menjangkau titik api secara maksimal.

Selain itu, teknik semprot on-off diterapkan untuk mempermudah proses penguraian material yang terbakar. Karena besarnya kobaran api, Damkar Palimanan juga meminta bantuan armada tambahan dari sektor Weru, Sumber, dan Arjawinangun.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dalam proses penanganan insiden tersebut.

Tidak Ada Korban Jiwa

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.16 WIB. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 07.03 WIB untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

Akibat kejadian ini, sekitar 48 meter persegi area pabrik terbakar, termasuk 4 ton bahan baku briket batubara. Sementara itu, sekitar 1.752 meter persegi area lainnya berhasil diselamatkan dari kobaran api.

Meski kebakaran tergolong besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Petugas juga menghadapi kendala berupa sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat distribusi air selama proses pemadaman membutuhkan strategi tambahan.

Selain petugas damkar, penanganan kebakaran juga melibatkan anggota Polsek Palimanan, Babinsa Palimanan Barat, serta para karyawan perusahaan.

Pentingnya Sistem Keamanan Industri

Insiden kebakaran pabrik briket di Cirebon ini menjadi pengingat penting bagi pelaku industri untuk meningkatkan sistem keamanan produksi. Pengawasan suhu mesin dan pemeriksaan rutin pada area pembakaran dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.

Tag: