Beranda / Insiden / Banjir di Babakan Cirebon Usai Hujan Deras, Kawasan Plangon

Banjir di Babakan Cirebon Usai Hujan Deras, Kawasan Plangon

Banjir di Babakan Cirebon Usai Hujan Deras, Warga Menjerit dan Soroti Kawasan Plangon
Banjir di Babakan Cirebon terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon pada Kamis, 12 Februari 2026. Hujan deras yang turun sejak siang hingga sore hari memicu peningkatan debit air secara tiba-tiba dan merendam sejumlah permukiman warga di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber.
Air yang mengalir deras masuk ke jalan lingkungan dan rumah warga, menyebabkan kepanikan. Rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi air berwarna keruh mengalir kencang dan membawa material dari dataran yang lebih tinggi.


Kronologi Banjir di Babakan Cirebon
Peristiwa banjir di Babakan Cirebon ini bermula saat hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Debit air meningkat drastis dan mengalir menuju kawasan pemukiman warga di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber.
Warga mengaku tidak menyangka air datang begitu cepat. Dalam hitungan menit, genangan berubah menjadi arus deras yang memasuki rumah-rumah.
Dalam video yang diterima redaksi media lokal, terlihat air membawa lumpur, batu, dan kerikil. Material tersebut diduga terbawa arus dari kawasan perbukitan di sekitar objek wisata religi Plangon.


Warga Soroti Kawasan Plangon dan Pengembangan Perumahan
Sejumlah warga menduga bahwa kondisi kawasan di sekitar Plangon memperparah situasi. Sebelumnya, area tersebut diketahui sempat mengalami pengerukan untuk kebutuhan pengembangan perumahan.
Diduga, perubahan kontur tanah dan berkurangnya area resapan air membuat limpasan air hujan mengalir lebih cepat ke bawah dan masuk ke permukiman warga.
Dalam salah satu video yang beredar, terdengar seorang pria yang merekam kejadian tersebut menyebut nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM.
“KDM jangan konten aja KDM, yang kontennya masyarakat aja,” ucapnya dengan nada kecewa, mencerminkan kekecewaan sebagian warga terhadap kondisi yang mereka alami saat banjir di Babakan Cirebon terjadi.


Sungai di Sekitar Kantor PGRI Mulai Meluap
Tak hanya di permukiman warga, banjir di Babakan Cirebon juga berdampak pada kawasan lain di Kecamatan Sumber. Warga melaporkan sungai di dekat Kantor PGRI mulai meluap akibat debit air yang terus bertambah.
Situasi tersebut membuat masyarakat memilih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Beberapa warga bahkan mengungkapkan kekhawatiran akan potensi banjir yang lebih besar jika tidak ada penanganan serius dari pihak terkait.


Material Batu dan Kerikil Berserakan di Jalan
Dampak lain dari banjir di Babakan Cirebon adalah berserakannya material batu dan kerikil di badan jalan. Batu-batu tersebut diduga terbawa arus dari dataran yang lebih tinggi di sekitar kawasan perbukitan.
Selain merendam rumah, kondisi ini juga membahayakan pengguna jalan. Kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati karena jalan menjadi licin dan tidak rata.
Sejumlah warga menyebut dalam video bahwa air diduga berasal dari limpasan kawasan perumahan di sekitar wilayah atas. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa sistem drainase dan tata kelola lingkungan perlu dievaluasi secara menyeluruh.


Harapan Warga: Penanganan Cepat dan Solusi Jangka Panjang
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Mereka berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah untuk mengatasi dampak banjir di Babakan Cirebon.
Beberapa harapan warga antara lain:
Normalisasi saluran air dan sungai
Evaluasi pembangunan di kawasan perbukitan
Penataan sistem drainase yang lebih baik
Pembuatan area resapan air tambahan
Warga juga meminta adanya kajian menyeluruh agar banjir tidak kembali terulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.


Banjir di Babakan Cirebon Jadi Pengingat Pentingnya Tata Kelola Lingkungan
Peristiwa banjir di Babakan Cirebon ini menjadi pengingat bahwa tata kelola lingkungan dan perencanaan pembangunan harus memperhatikan aspek keberlanjutan.
Alih fungsi lahan tanpa perhitungan matang dapat meningkatkan risiko bencana, terutama di wilayah yang memiliki kontur perbukitan.
Selain itu, perubahan iklim yang menyebabkan intensitas hujan semakin tinggi juga menuntut kesiapsiagaan lebih baik dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.


Kesimpulan
Banjir di Babakan Cirebon yang terjadi akibat hujan deras pada 12 Februari 2026 memicu kepanikan warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber. Limpasan air diduga berasal dari kawasan perbukitan sekitar Plangon yang sebelumnya mengalami pengerukan untuk pengembangan perumahan.
Warga berharap ada penanganan cepat serta solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi pentingnya pengelolaan lingkungan yang bijak dan berkelanjutan.

Tag: