Hujan Deras Picu Longsor di Desa Tangkolo Kuningan, Sungai Ciawi Tersumbat dan Lahan Terendam
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan selama beberapa jam memicu longsor di Desa Tangkolo, Kecamatan Subang, Jumat (27/3/2026). Peristiwa ini berdampak serius pada lingkungan sekitar, terutama aliran anak Sungai Ciawi dan lahan pertanian warga.
Longsor di Desa Tangkolo Kuningan ini berasal dari tebing kebun milik warga bernama Yoman (60). Material tanah yang runtuh menutup area kebun sekaligus menyumbat aliran sungai, sehingga menyebabkan air meluap ke permukaan.
Material Longsor Tutup Sungai Ciawi
Akibat longsor tersebut, aliran anak Sungai Ciawi tertutup material tanah sepanjang kurang lebih 20 meter. Timbunan tanah bahkan mencapai tinggi sekitar 4 meter dengan lebar 4 meter, sehingga menghambat aliran air secara total.
Kondisi ini menyebabkan air sungai meluap dan merendam lahan pertanian milik warga. Tercatat sekitar dua hektare lahan terdampak dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.
Genangan air tersebut berlangsung selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya surut secara bertahap. Namun, kejadian ini tetap menimbulkan kerugian bagi para petani.
BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dampaknya cukup signifikan terhadap lahan pertanian warga,” ujarnya.
Data BPBD mencatat ukuran tebing yang longsor memiliki panjang sekitar 10 meter, tinggi 25 meter, dan lebar 10 meter. Sementara itu, dampak utama dirasakan pada sektor pertanian dan lingkungan sekitar.
Hujan Deras Jadi Pemicu Utama Longsor
Longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang membuat struktur tanah menjadi labil. Tanah yang jenuh air tidak mampu menahan beban, sehingga runtuh dan menyeret material ke bawah hingga menutup aliran sungai.
Kondisi ini kerap terjadi di wilayah dengan kontur tanah labil, terutama saat intensitas hujan tinggi dalam waktu lama.
Penanganan Darurat dan Gotong Royong Warga
Dalam penanganan darurat, aparat desa langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kecamatan, TNI, Polri, serta dinas terkait.
Tim dari BPBD Kuningan juga telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan langkah penanganan awal.
Warga bersama aparat desa turut bergotong royong membersihkan material longsoran yang menutup sungai. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat normalisasi aliran air dan mencegah banjir susulan.
Imbauan Waspada di Musim Hujan
BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim penghujan. Normalisasi aliran sungai menjadi langkah penting guna mencegah kejadian serupa terulang.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar tebing atau daerah rawan longsor diminta lebih waspada terhadap potensi bencana.






