Beranda / sejarah / Kirab Budaya “Napak Tilas Padjadjaran” Hari Kedelapan, Kota Cirebon Jadi Pusat Perhatian

Kirab Budaya “Napak Tilas Padjadjaran” Hari Kedelapan, Kota Cirebon Jadi Pusat Perhatian

CIREBON – Kota Cirebon kembali menjadi sorotan dalam rangkaian Kirab Budaya “Napak Tilas Padjadjaran” yang memasuki hari kedelapan dengan mengusung tema “Mahkota Bertahta Cinta”. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh khidmat, dihadiri sejumlah tokoh penting dari tingkat daerah hingga kerajaan adat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Cirebon, Bupati Indramayu, serta para sultan dari keraton-keraton di Cirebon. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan sejarah Sunda di tengah masyarakat modern.

Kirab budaya ini merupakan bagian dari upaya mengenang jejak kejayaan Kerajaan Padjadjaran sekaligus mempererat nilai-nilai kearifan lokal. Ratusan peserta kirab mengenakan busana adat Sunda dengan berbagai ornamen khas yang menggambarkan kebesaran budaya masa lampau.

Sepanjang rute kirab di pusat Kota Cirebon, masyarakat tampak antusias memadati jalan untuk menyaksikan iring-iringan. Nuansa budaya terasa kental dengan alunan musik tradisional serta penampilan seni khas Sunda yang ditampilkan oleh para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga identitas budaya daerah. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku adat dalam menyelenggarakan acara yang sarat makna sejarah ini.

Sementara itu, para sultan Cirebon menegaskan bahwa kirab budaya bukan sekadar seremoni, tetapi juga simbol perjalanan spiritual dan historis yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda.

Rangkaian Kirab “Napak Tilas Padjadjaran” di Kota Cirebon ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik wisata serta memperkuat jati diri masyarakat Jawa Barat.

Dengan semangat “Mahkota Bertahta Cinta”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya adalah mahkota yang harus dijaga bersama, penuh cinta dan kebanggaan.