Beranda / Sosial / Jalur Pantura Susukan Sepi di H-1 Lebaran, Pedagang Tutup Lebih Awal

Jalur Pantura Susukan Sepi di H-1 Lebaran, Pedagang Tutup Lebih Awal

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, suasana jalur Pantura Susukan sepi H-1 Lebaran. Kawasan yang sebelumnya dipadati pemudik kini mulai lengang.

Sejumlah pedagang yang membuka warung dadakan di sepanjang jalur Pantura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, terlihat mulai membongkar lapaknya pada Jumat (20/3/2026).

Pedagang Mulai “Kukud” Lebih Awal

Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak tenda dan bangunan semi permanen yang sebelumnya digunakan untuk berjualan kini sudah tidak terlihat.

Para pedagang memilih “kukud” atau menutup usaha lebih awal karena menurunnya jumlah kendaraan yang melintas secara signifikan.

Fenomena ini menjadi tanda bahwa puncak arus mudik telah terlewati.

Arus Kendaraan Menurun Drastis

Salah satu pedagang, Jarot, yang masih bertahan menjual bakso dan kebutuhan pemudik, mengungkapkan bahwa kondisi sudah jauh berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya.

“Sejak pagi sudah mulai sepi. Tidak seperti H-3 atau H-2 yang ramai sekali,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan jumlah pemudik ini merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun.

Puncak Mudik Terjadi Lebih Awal

Jarot menjelaskan bahwa puncak arus mudik umumnya terjadi pada H-3 hingga H-2 Lebaran. Sementara pada H-1, sebagian besar pemudik sudah tiba di kampung halaman masing-masing.

Hal inilah yang menyebabkan jalur Pantura Susukan sepi H-1 Lebaran.

Pedagang Ingin Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

Selain karena sepinya pembeli, banyak pedagang memilih menutup lapak lebih awal agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga.

Setelah berhari-hari berjualan di pinggir jalan, momen Idulfitri menjadi waktu berharga untuk berkumpul dan beristirahat.

Masih Ada Pemudik yang Singgah

Meski kondisi sudah sepi, masih ada beberapa pemudik yang berhenti untuk beristirahat atau membeli makanan.

Jarot bahkan berencana tetap membuka lapaknya pada Hari Raya, meski dengan jam operasional terbatas.

“Setelah salat Id biasanya buka lagi, walaupun tidak seramai sebelumnya,” katanya.

Siap Sambut Arus Balik Lebaran

Para pedagang juga mulai bersiap menghadapi arus balik. Jarot mengaku akan memindahkan lokasi jualannya ke sisi jalan berlawanan agar lebih strategis bagi pemudik yang kembali ke kota asal.

Diperkirakan, aktivitas di jalur Pantura akan kembali ramai pada H+2 hingga H+3 Lebaran.

Momentum ini akan dimanfaatkan pedagang untuk kembali meraih keuntungan dari arus balik pemudik.

Tag: