Kecelakaan di Penggung Cirebon Hari Ini, Rombongan Pedagang Konser Dede April Terlibat
Kecelakaan di Penggung, Kota Cirebon, terjadi pada Senin (6/4/2026) dan melibatkan beberapa kendaraan, yakni truk tangki air, angkutan kota (angkot), serta sepeda motor. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah korban, termasuk rombongan pedagang yang hendak berjualan di konser Dede April DA7.
Rombongan pedagang tersebut diketahui menggunakan angkot sambil membawa berbagai barang dagangan seperti cuanki, siomay, dan makanan lainnya. Mereka dalam perjalanan menuju Desa Kemurang, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, lokasi digelarnya konser.
Namun nahas, di tengah perjalanan, kendaraan yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan truk tangki air yang melaju ke arah Kabupaten Kuningan.
Kronologi Kecelakaan di Penggung Cirebon
Berdasarkan informasi yang dihimpun, benturan awal terjadi antara truk tangki air dengan angkot. Setelah itu, truk tersebut menabrak sepeda motor yang berada di lokasi kejadian.
Kecelakaan ini juga menimpa satu keluarga asal Jalan dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, yang tengah menggunakan sepeda motor.
Salah satu korban, RDE (43), meninggal dunia di tempat kejadian setelah terjepit truk. Sementara anaknya, RP (15), mengalami luka di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada hidung (epistaksis).
Korban lain dari keluarga tersebut, R (27), warga Perumnas Kota Cirebon, mengalami luka lecet di bagian kepala.
Rombongan Pedagang Jadi Korban
Selain keluarga tersebut, rombongan pedagang juga turut menjadi korban dalam kecelakaan ini. Mereka terdiri dari IF (50), W (69), IS (36), dan ES (64), yang semuanya merupakan warga Bandung.
“Korban ada dua kelompok. Ada rombongan pedagang konser Dede April dan ada satu keluarga dari Kota Cirebon,” ungkap wartawan di lokasi kejadian.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota, Ipda Rian Marfiliyanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan.
Polisi telah mengantongi rekaman CCTV di lokasi kejadian. Namun, proses analisis masih terkendala kondisi pencahayaan yang kurang jelas.
“Penyebab tabrakan ini masih dalam penyelidikan,” ujar Ipda Rian.
Sementara itu, saksi mata bernama Gerry mengaku tidak melihat secara langsung detik-detik kecelakaan. Ia baru menyadari kejadian setelah mendengar suara benturan keras dan teriakan korban.
“Tidak tahu persis kejadiannya, tiba-tiba terdengar benturan keras dan sudah ada korban terjepit,” katanya.
Benturan tersebut disebut cukup keras hingga membuat warga sekitar terkejut. Bahkan, jumlah korban dilaporkan mencapai delapan orang.
Rekaman CCTV Ungkap Benturan Awal
Dari rekaman CCTV yang diperoleh, terlihat bahwa tabrakan bermula antara truk tangki air dan angkot. Setelah itu, truk kembali menghantam sepeda motor di lokasi kejadian.
Namun, visual rekaman tidak terlalu jelas karena adanya gangguan cahaya (backlight), sehingga detail kejadian masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang.






