Beranda / Insiden / Kecelakaan Maut di Kuningan Suami Tewas, Istri Luka Parah

Kecelakaan Maut di Kuningan Suami Tewas, Istri Luka Parah

Kecelakaan Tunggal di Jalan Menurun Bunigeulis Kuningan Dipicu Jalan Licin
Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kali ini, insiden tragis menimpa pasangan suami istri yang mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalan menurun dan menikung di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
Sepeda motor yang mereka kendarai terperosok ke kebun warga dengan kedalaman sekitar tiga meter akibat kondisi jalan licin setelah diguyur hujan. Akibat kecelakaan tersebut, sang suami dinyatakan meninggal dunia, sementara istrinya mengalami luka parah.


Korban Kecelakaan Motor di Hantara Kuningan
Korban meninggal dunia diketahui berinisial WR (58), sedangkan istrinya YSH (52) mengalami patah tulang pada lengan kiri serta sejumlah luka di bagian tubuh lainnya. Pasangan suami istri ini merupakan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.
Saat kejadian, keduanya mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi E-5508-ZY.


Kronologi Kecelakaan Tunggal di Desa Bunigeulis
Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Pandu Renata Surya, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan, IPTU Sri Martini, menjelaskan bahwa laporan kecelakaan diterima sekitar pukul 13.30 WIB dari anggota piket Polsek Ciniru.
“Sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalan menikung ke kiri dan menurun. Kondisi jalan saat itu licin akibat hujan,” ujar IPTU Sri Martini.
Berdasarkan keterangan kepolisian, sepeda motor melaju dari arah Desa Cageur menuju Desa Tundagan. Setibanya di lokasi kejadian, pengendara melintasi tikungan tajam ke kiri dengan kontur jalan menurun.
Diduga, pengendara kehilangan kendali karena tidak mengantisipasi kondisi jalan licin. Akibatnya, sepeda motor keluar dari badan jalan sebelah kanan dan terjun ke kebun warga.


Korban Sempat Dilarikan ke Puskesmas
Dalam insiden tersebut, WR (58) mengalami luka memar pada wajah dan dada. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Darma untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.
Sementara itu, YSH (52) mengalami patah tulang pada tangan kiri serta luka memar di bagian kepala. Ia kemudian dirujuk ke RSUD 45 Kabupaten Kuningan untuk menjalani perawatan intensif.


Faktor Penyebab Kecelakaan Menurut Polisi
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh faktor manusia, ditambah kondisi cuaca hujan yang membuat jalan licin.
“Kondisi jalan menurun dan menikung membutuhkan kewaspadaan ekstra, apalagi saat hujan. Pengendara harus menyesuaikan kecepatan dan selalu berhati-hati,” tambah IPTU Sri Martini.


Imbauan Kepolisian kepada Pengguna Jalan
Peristiwa kecelakaan maut di Kuningan ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat melintasi jalur rawan kecelakaan dan dalam kondisi cuaca buruk.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk:
Mengurangi kecepatan di jalan menurun dan menikung
Lebih waspada saat kondisi hujan
Mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama
“Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama. Kami mengajak seluruh pengendara untuk selalu waspada dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” pungkasnya.

Tag: