Beranda / Insiden / Kebakaran Rumah di Arjawinangun Diduga Akibat Charger HP

Kebakaran Rumah di Arjawinangun Diduga Akibat Charger HP

Kebakaran Rumah di Arjawinangun Diduga Akibat Charger HP

Kebakaran rumah di Arjawinangun terjadi pada Rabu, 1 April 2026 sore, tepatnya di Gang Sidoagung, Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Peristiwa ini diduga dipicu oleh korsleting listrik dari charger handphone yang memicu api di dalam kamar.

Insiden kebakaran rumah di Arjawinangun ini pertama kali dilaporkan warga sekitar kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon sekitar pukul 16.47 WIB. Menanggapi laporan tersebut, satu unit armada dari sektor Arjawinangun langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran tiba dengan cepat, yakni kurang dari tiga menit setelah laporan diterima, tepatnya pada pukul 16.50 WIB. Saat tiba di lokasi, api masih menyisakan bara di dalam kamar tidur yang menjadi titik awal kebakaran rumah di Arjawinangun tersebut.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul di kamar bagian tengah rumah. Ia menyebutkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran rumah di Arjawinangun adalah arus pendek listrik dari terminal charger handphone.

“Percikan api kemudian mengenai kasur dan dengan cepat membesar,” jelasnya.

Api dengan cepat merambat dan membakar sejumlah barang di dalam kamar, seperti kipas angin, kasur busa, televisi, hingga perangkat audio. Selain itu, bagian plafon dan material lain yang mudah terbakar juga ikut terdampak dalam kebakaran rumah di Arjawinangun ini.

Beruntung, respons cepat petugas membuat api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Proses pemadaman selesai pada pukul 16.54 WIB, lalu dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 16.59 WIB untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Dari hasil pendataan, luas area yang terbakar mencapai sekitar 9 meter persegi, sementara sekitar 27 meter persegi bangunan lainnya berhasil diselamatkan dari kebakaran rumah di Arjawinangun tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, peristiwa ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp15 juta. Setelah proses pemadaman selesai, petugas melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum kembali ke markas.

Penanganan kebakaran ini juga melibatkan aparat desa serta warga sekitar yang turut membantu proses evakuasi dan pengamanan area.

Tag: