Beranda / Cirebon / Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Terima Kompensasi

Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Terima Kompensasi

Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Terima Kompensasi Rp1,4 Juta Jelang Mudik Lebaran 2026

Ratusan tukang becak dan sopir angkutan kota (angkot) di Cirebon menerima bantuan kompensasi menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Program kompensasi tukang becak Cirebon ini diberikan sebagai pengganti cuti beroperasi selama masa puncak arus lalu lintas.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dedi Mulyadi bersama Dudy Purwagandhi, Imron, serta Kapolresta Cirebon Imara Utama.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik Lebaran di sejumlah jalur utama di wilayah Cirebon dan Jawa Barat.

Kompensasi untuk Kurangi Kemacetan Saat Mudik

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa pemberian kompensasi kepada tukang becak, sopir angkot, pengemudi ojek, hingga kusir andong bertujuan menertibkan kendaraan yang sering berhenti atau menunggu penumpang di pinggir jalan.

Menurutnya, aktivitas tersebut kerap memicu kepadatan lalu lintas, terutama ketika volume kendaraan meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kompensasi ini diberikan agar tidak terjadi kemacetan akibat kendaraan yang ngetem di pinggir jalan, seperti angkot, becak, andong maupun ojek,” ujar Dedi.

Melalui program ini, para pengemudi diminta untuk sementara tidak beroperasi selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Setiap Pengemudi Terima Rp1,4 Juta

Setiap tukang becak yang terdaftar akan menerima kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para pengemudi selama mereka tidak bekerja saat puncak arus mudik.

“Dengan bantuan ini mereka bisa cuti terlebih dahulu menjelang Idulfitri,” kata Dedi.

Ribuan Penerima di Jawa Barat

Program kompensasi ini tidak hanya berlaku di satu daerah, tetapi menyasar ribuan pengemudi becak di berbagai wilayah Jawa Barat.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang di seluruh provinsi.

Namun angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pemerintah masih melakukan pendataan tambahan.

557 Tukang Becak Cirebon Terima Bantuan

Khusus di wilayah Cirebon, saat ini tercatat sekitar 557 tukang becak yang akan menerima kompensasi tersebut.

Pemerintah daerah juga masih membuka kemungkinan adanya penambahan penerima bantuan.

“Di Cirebon sekitar 557 orang, tetapi nanti kemungkinan masih ada tambahan,” kata Dedi.

Ia menilai program tersebut cukup efektif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik rawan macet selama masa mudik Lebaran.

“Kegiatan ini efektif untuk meminimalisir kemacetan,” ujarnya.

Dukungan dari Kementerian Perhubungan

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, program kompensasi ini tidak hanya membantu kelancaran arus mudik, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi bagi para pengemudi becak.

“Kami dari pemerintah pusat mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur karena program ini membantu semuanya,” ujar Dudy.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut juga memudahkan petugas di lapangan dalam mengatur arus kendaraan selama masa angkutan Lebaran.

“Program ini membantu petugas karena jalan menjadi lebih lancar, arus mudik lebih nyaman, dan para pengemudi becak tetap mendapatkan bantuan,” katanya.

Tag: