Beranda / Sosial / Sungai Sukalila Dibersihkan, Ajak Warga Lawan Sampah

Sungai Sukalila Dibersihkan, Ajak Warga Lawan Sampah

Sungai Sukalila Dibersihkan oleh Pemerintah dan Warga
Upaya menjaga kebersihan lingkungan kembali dilakukan di Kota Cirebon. Sungai Sukalila dibersihkan melalui kerja bakti yang melibatkan pemerintah Kecamatan Lemahwungkuk dan warga Kelurahan Panjunan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mengurangi sampah sungai sekaligus mencegah pencemaran laut.
Sekitar 50 orang terlibat dalam kegiatan pembersihan tersebut, terdiri dari unsur kecamatan, kelurahan, ketua RW, dan masyarakat sekitar. Mereka bahu-membahu mengangkat tumpukan sampah dari aliran Sungai Sukalila.


Camat Lemahwungkuk Tekankan Pentingnya Aksi Nyata
Camat Lemahwungkuk, Adam Wallesa, menegaskan bahwa kebersihan sungai tidak cukup hanya menjadi slogan. Menurutnya, aksi nyata dari pemerintah dan masyarakat jauh lebih penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa pemasangan trash barrier oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bertujuan menahan sampah agar tidak terbawa arus ke laut. Namun, masalah utama terletak pada proses pengangkutan sampah yang tertahan di alat tersebut.
“Trash barrier itu maksudnya baik, tapi sampah yang tertahan harus segera diangkut. Kita tidak bisa hanya menunggu kewenangan pemerintah, yang dibutuhkan adalah kepedulian bersama,” ujarnya.


Kolaborasi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci
Kegiatan pembersihan Sungai Sukalila menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Camat Lemahwungkuk mengapresiasi partisipasi warga Panjunan yang turun langsung membersihkan sungai.
Menurutnya, jika kesadaran masyarakat meningkat dan tidak lagi membuang sampah ke sungai, maka kegiatan pembersihan tidak perlu sering dilakukan. Namun, pemerintah siap kembali turun tangan jika kondisi mengharuskan.


Dorongan Penambahan Trash Barrier
Selain pembersihan sungai, pemerintah kecamatan juga mendorong penambahan trash barrier di beberapa titik strategis, khususnya sebelum Jembatan KS Tubun. Sistem penahanan sampah yang tersegmentasi dinilai mampu menjaga kebersihan Sungai Sukalila secara berkelanjutan.
Sungai yang bersih, menurut Adam, dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus memperindah wajah Kota Cirebon.


Harapan Warga untuk Pengelolaan Berkelanjutan
Ketua RW sekaligus warga Panjunan, Zaki Mubarak, berharap upaya menjaga kebersihan sungai tidak hanya bersifat seremonial. Ia menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan yang melibatkan semua wilayah, bukan hanya Panjunan.
Ia juga mengapresiasi peran Lurah Panjunan yang aktif menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Sungai Bersih untuk Masa Depan Kota Cirebon
Pembersihan Sungai Sukalila menjadi pengingat bahwa sungai bukan sekadar aliran air, tetapi bagian penting dari ekosistem kota. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, kebersihan sungai dapat terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kota Cirebon.

Tag: