Beranda / Insiden / ABK KM Samudra 2 Tewas Tercebur Jenazah Tiba di Kejawanan

ABK KM Samudra 2 Tewas Tercebur Jenazah Tiba di Kejawanan

ABK KM Samudra 2 tewas tercebur di Karimunjawa setelah mengalami kecelakaan kerja di laut. Korban diketahui terjatuh ke perairan saat kapal berada di wilayah Karimunjawa, Jawa Tengah.
Jenazah korban tiba di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, pada Kamis sore, 26 Februari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Gunung Jati Cirebon untuk dilakukan visum.


Korban ABK Asal Sukabumi
Korban diketahui berinisial AZA (23), warga Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Ia bekerja sebagai nelayan di Kapal Motor (KM) Samudra 2 GT 58 milik PT Andalan Samudra Jaya.
AZA tercatat memiliki kontrak kerja selama empat bulan sebagai Anak Buah Kapal (ABK) pada kapal tersebut.


Kronologi ABK Tercebur ke Laut
Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, KM Samudra 2 sedang dalam kondisi berlabuh jangkar di perairan Karimunjawa.
Berdasarkan keterangan saksi, korban yang baru bangun tidur turun melalui tangga belakang kapal. Diduga, korban terpeleset hingga akhirnya terjatuh ke laut.
Nahkoda KM Samudra 2, Kodir (55), warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, mengungkapkan bahwa dirinya langsung menerima laporan dari kru kapal yang melihat kejadian tersebut.
“Saya langsung memerintahkan salah satu ABK untuk terjun melakukan penyelamatan dan pencarian,” ujarnya.


Korban Ditemukan Namun Tidak Tertolong
Salah satu ABK, Rafli Priyanto (22), warga Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, menyampaikan bahwa dirinya bersama kru lain langsung melakukan pencarian sesuai perintah nahkoda.
Sekitar 15 menit kemudian, korban berhasil ditemukan dan diangkat kembali ke atas kapal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Saksi lain, M Kiki Wisesa M (31), nelayan asal Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mengaku sebagai orang pertama yang melihat korban terpeleset dan jatuh ke laut.


Kapal Kembali ke Cirebon, Polisi Lakukan Penanganan
Setelah memastikan kondisi korban, nahkoda melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kapal. Aktivitas penangkapan ikan pun dihentikan, dan KM Samudra 2 memutuskan kembali menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon.
Setibanya di dermaga, aparat kepolisian dari Polsek Kawasan Pelabuhan Cirebon (KPC) langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses evakuasi jenazah ke rumah sakit.
Kapolsek KPC, AKP Asep Sunaryo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan awal setibanya kapal di pelabuhan.
“Peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan secara menyeluruh kronologi serta kemungkinan adanya unsur kelalaian,” jelasnya.


Polisi Imbau Tingkatkan Keselamatan Kerja di Laut
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M Aris Hermanto, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
Ia juga mengimbau seluruh pemilik kapal, nahkoda, dan ABK untuk meningkatkan standar keselamatan kerja selama beraktivitas di laut.
Menurutnya, prosedur keamanan seperti penggunaan alat pelindung diri serta kewaspadaan saat berada di dek kapal harus menjadi prioritas utama guna mencegah kecelakaan serupa.
Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha perikanan diingatkan untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada aparat setempat atau melalui layanan Polisi 110 agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan profesional.


Kesimpulan
Peristiwa ABK KM Samudra 2 tewas tercebur di Karimunjawa menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja di sektor perikanan. Meski upaya penyelamatan telah dilakukan, korban tidak dapat diselamatkan.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Tag: