Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Warga Anjatan Utara Indramayu
Kebakaran rumah kembali terjadi di wilayah Indramayu. Sebuah rumah milik warga di Blok Buyut Milah, Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, dilalap api pada Rabu sore, 29 April 2026.
Peristiwa kebakaran rumah di Indramayu ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Kronologi Kebakaran Rumah di Anjatan
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Indramayu, Jajat Wibisono, menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari pihak kecamatan.
Tim dari Pos Damkar Patrol langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut.
“Petugas menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.41 WIB. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” ujarnya.
Api Cepat Membesar, Pemadaman Berlangsung Dua Jam
Saat petugas tiba, api sudah membesar dan menjalar ke sebagian besar bangunan rumah. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi api yang sudah meluas.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengendalikan api hingga benar-benar padam.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 19.00 WIB.
Satu Korban Luka Ringan
Dalam kejadian ini, satu orang penghuni rumah dilaporkan mengalami luka ringan. Korban telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya stabil.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran
Kebakaran akibat korsleting listrik menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah di kawasan permukiman.
Instalasi listrik yang tidak terawat atau penggunaan perangkat listrik yang tidak aman dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Imbauan Waspada dari Petugas Damkar
Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing.
Langkah pencegahan seperti memastikan kabel dalam kondisi baik dan tidak overload sangat penting untuk menghindari kejadian serupa.
Kejadian kebakaran rumah di Indramayu ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya korsleting listrik.





