Beranda / Insiden / Gempa di Majalengka Hari ini Kategori Dangkal, Terasa di 14 Desa

Gempa di Majalengka Hari ini Kategori Dangkal, Terasa di 14 Desa

Gempa di Majalengka hari ini terjadi pada Rabu dini hari, 25 Februari 2026, sekitar pukul 03.48 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga tengah melaksanakan sahur.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini tergolong gempa dangkal dan getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Majalengka.


Pusat Gempa di Darat Tenggara Majalengka
BMKG mencatat pusat gempa berada di darat, tepatnya sekitar 20 kilometer tenggara Kabupaten Majalengka. Titik koordinat gempa berada pada 7,02 Lintang Selatan dan 108,25 Bujur Timur.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 11 kilometer, yang termasuk kategori gempa dangkal. Dengan kedalaman yang relatif rendah, getaran gempa lebih mudah dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.
Meski demikian, estimasi kekuatan guncangan berada pada skala I MMI, yang berarti getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan tidak menimbulkan dampak signifikan.


Getaran Terasa di 14 Desa Lima Kecamatan
BMKG melaporkan sedikitnya 14 desa di lima kecamatan di Kabupaten Majalengka merasakan getaran gempa tersebut.
Di Kecamatan Bantarujeg, desa yang terdampak antara lain:
Sindanghurip
Cimangguhilir
Cipendeuy
Bantarujeg
Wadowetan
Sementara di Kecamatan Malausma, getaran dirasakan oleh warga Desa:
Lebakwangi
Banyusari
Malausma
Werasari
Ciranca
Untuk Kecamatan Lemahsugih, getaran dirasakan di:
Desa Cigaleuh
Desa Mekarmulya
Selain itu, gempa juga terasa di Desa Sukamantri, Kecamatan Sukamantri, serta Desa Cikeusal, Kecamatan Talaga.


Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, fasilitas umum, maupun infrastruktur akibat gempa di Majalengka hari ini.
Tidak terdapat laporan korban jiwa atau luka-luka. Kondisi wilayah terdampak dilaporkan masih aman dan kondusif.
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.


Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Meski guncangan tergolong lemah, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Warga disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia, guna menghindari hoaks yang kerap beredar setelah peristiwa gempa bumi.
BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, mengingat wilayah Majalengka dan sekitarnya berada di kawasan rawan aktivitas tektonik.


Pentingnya Mitigasi Bencana Gempa
Sebagai daerah yang berpotensi mengalami gempa bumi, pemahaman mitigasi bencana menjadi hal penting bagi masyarakat Majalengka.
Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
Mengetahui titik aman di dalam rumah
Mengamankan perabot berat
Mengikuti simulasi evakuasi gempa
Menyimpan nomor darurat dan informasi BMKG
Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko dan dampak gempa bumi dapat diminimalkan.


Kesimpulan
Gempa di Majalengka hari ini terjadi pada dini hari dengan kedalaman 11 kilometer dan tergolong gempa dangkal. Getaran dirasakan di 14 desa yang tersebar di lima kecamatan.
Meski tidak menimbulkan kerusakan maupun korban, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi di wilayah Majalengka dan sekitarnya.

Tag: