CIREBONSHARE — Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon menggelar kegiatan jalan sehat yang berlangsung pada Minggu pagi, 29 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung semarak, dimulai dari Keraton Kasepuhan Cirebon dan berakhir di SMP Negeri 15 Cirebon.
Kegiatan jalan sehat ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan antar guru, tetapi juga melibatkan partisipasi sekitar 2.000 peserta, termasuk masyarakat umum yang turut meramaikan suasana. Para peserta tampak kompak mengenakan batik khas PGRI, yang menambah nuansa budaya dalam perayaan ini.
Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi para guru dalam menyemarakkan hari jadi Kota Cirebon.
“Kita tadi start dari Keraton Kasepuhan Cirebon sampai dengan finish di SMPN 15 Cirebon. Yang membedakan dari tahun-tahun sebelumnya, kita jalan sehat dengan menggunakan batik khas dari PGRI,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan batik PGRI ini bukan hanya sebagai simbol identitas organisasi, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal dan nasional.
Keterlibatan Masyarakat dan Doorprize
Kegiatan jalan sehat ini terbuka untuk umum. Warga Kota Cirebon turut antusias mengikuti kegiatan ini dengan mengenakan batik, yang memperkuat kesan bahwa acara ini tidak hanya bersifat formal organisasi, tetapi juga inklusif bagi masyarakat luas.
“Masyarakat juga ikut jalan sehat menggunakan batik, dan kami juga memberikan doorprize menarik tidak hanya untuk guru, tapi juga untuk warga yang ikut berpartisipasi,” lanjut Eka.
Berbagai hadiah menarik seperti perlengkapan rumah tangga, alat elektronik, hingga voucher belanja dibagikan melalui undian. Hal ini membuat acara menjadi lebih semarak dan membangun kebersamaan antara guru dan warga.
Membangun Kolaborasi Menuju Cirebon yang Lebih Baik
Eka Novianto menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas jalan sehat seremonial, namun memiliki pesan moral dan sosial yang kuat, terutama untuk mendorong profesionalisme guru di era modern.
“Kita berharap guru-guru di Kota Cirebon semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Bukan hanya mendidik, tapi juga menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun Cirebon,” tegasnya.
Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh anggota PGRI dan tenaga pendidik di Kota Cirebon untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cirebon, khususnya dalam mewujudkan visi kota yang setara, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemajuan pendidikan.
Mengangkat Potensi Lokal dan Budaya
Pelaksanaan kegiatan dari Keraton Kasepuhan, salah satu ikon budaya dan sejarah Cirebon, menjadi simbol kuat yang mempertegas semangat pelestarian budaya dalam konteks pendidikan.
Pemilihan lokasi ini juga menjadi bentuk promosi wisata budaya Kota Cirebon, sekaligus mendekatkan generasi muda—khususnya guru dan pelajar—dengan sejarah dan kearifan lokal.
Antusiasme Peserta dan Dampak Positif
Salah seorang peserta jalan sehat, Sri Wahyuni, yang juga seorang guru SD di Cirebon, mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat dalam kegiatan ini.
“Kegiatan ini luar biasa. Selain sehat, kami juga bisa kumpul bersama dengan sesama guru dan masyarakat. Kami merasa dihargai dan diberi ruang untuk berpartisipasi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh warga, Agus (45), yang merasa kegiatan seperti ini sebaiknya rutin dilakukan, karena memperkuat hubungan antara guru, pemerintah, dan warga.
Kesimpulan
Kegiatan jalan sehat PGRI Kota Cirebon dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon bukan hanya sekadar olahraga bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah simbol solidaritas, pelestarian budaya, dan komitmen profesionalisme guru dalam pembangunan daerah.
Dengan melibatkan ribuan peserta dan mengangkat nilai-nilai lokal seperti penggunaan batik dan lokasi bersejarah, kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan yang patut diapresiasi.










