Beranda / Pemerintahan / Kasus Kekerasan Anak Meningkat? Ini Strategi Pemkot Cirebon

Kasus Kekerasan Anak Meningkat? Ini Strategi Pemkot Cirebon

Kasus Kekerasan Anak di Cirebon Meningkat, Ini Strategi Deteksi Dini dari Pemkot

Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmen dalam menangani kekerasan anak di Cirebon melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK).

Langkah ini diwujudkan lewat kegiatan penguatan kapasitas guru BK yang digelar di Aula DPPPAPPKB Kota Cirebon pada 20 April 2026.

Peran Sekolah dalam Mencegah Kekerasan Anak

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat paling membahagiakan setelah rumah. Namun, ia mengakui tantangan saat ini semakin kompleks akibat dinamika sosial dan perkembangan teknologi.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat paling membahagiakan bagi anak. Tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan semakin kompleks,” ujarnya.

Pentingnya Deteksi Dini Kasus Kekerasan Anak

Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah penguatan sistem deteksi dini. Banyak kasus kekerasan terhadap anak sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda sejak awal, namun terlambat ditangani.

Deteksi dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah masalah berkembang menjadi lebih serius.

Tiga Strategi Pemkot Cirebon

Dalam kegiatan tersebut, disampaikan tiga poin penting yang harus menjadi perhatian guru BK:

  1. Penguatan deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa
  2. Kolaborasi lintas sektor antara sekolah dan pemerintah
  3. Membangun budaya sekolah yang inklusif dan bebas kekerasan

Peran guru BK disebut sebagai “mata dan telinga” pemerintah di tingkat sekolah.

Kolaborasi dan Sistem Terintegrasi

Pemkot Cirebon menekankan bahwa penanganan kekerasan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Pemerintah juga berkomitmen membangun sistem kerja yang terintegrasi tanpa menambah beban administratif guru.

Peran Strategis Guru BK dalam Perlindungan Anak

Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menyoroti pentingnya jejaring komunikasi antar pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot telah memiliki UPT PPA Kota Cirebon untuk menangani berbagai kasus anak, termasuk yang berhadapan dengan hukum.

“UPT PPA hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan sesuai haknya,” jelasnya.

Utamakan Kepentingan Terbaik bagi Anak

Suwarso menegaskan bahwa setiap kebijakan harus mengacu pada prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Ia juga mengingatkan agar solusi yang diambil tidak justru menimbulkan masalah baru, seperti praktik pernikahan usia dini.

Guru BK sebagai Sahabat Anak

Guru BK diharapkan tidak hanya menjadi pendidik, tetapi juga sahabat bagi siswa. Ruang konseling harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk berbagi.

Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa lebih terbuka sehingga permasalahan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Komitmen Berkelanjutan Pemkot Cirebon

Pemkot Cirebon menegaskan akan terus mendukung peningkatan kapasitas guru sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan anak di Cirebon sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Tag: