Konvoi Geng Motor Pelajar Dicegat Warga di Cirebon
Aksi konvoi geng motor pelajar kembali meresahkan masyarakat di Kabupaten Cirebon. Sekitar 24 pelajar yang diduga terlibat geng motor diamankan polisi setelah sebelumnya dicegat warga di Kecamatan Jamblang dan Kecamatan Klangenan, Senin malam, 9 Februari 2026.
Peristiwa ini bermula saat puluhan pelajar melakukan konvoi menggunakan lebih dari 50 sepeda motor di Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang. Aksi mereka dinilai meresahkan warga karena dilakukan secara ugal-ugalan dan disertai dugaan membawa senjata tajam.
Aksi Warga Viral di Media Sosial
Penghadangan warga terhadap konvoi geng motor tersebut terekam video dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat ratusan warga turun ke jalan untuk menghentikan laju para pelajar.
Kemarahan warga yang telah lama resah dengan aktivitas geng motor akhirnya memuncak. Empat sepeda motor milik pelajar diduga geng motor dibakar di lapangan. Sementara itu, puluhan pelajar lainnya sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan di balai desa setempat.
Beberapa pelajar lainnya terlihat kocar-kacir melarikan diri hingga ke area persawahan setelah warga mendapati mereka membawa senjata tajam dan pentungan.
Kronologi Kejadian: Kabur dari Polisi hingga Tertangkap Warga
Berdasarkan informasi yang dihimpun, konvoi geng motor pelajar tersebut sebelumnya sempat terpantau petugas di wilayah Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Saat berpapasan dengan mobil patroli polisi, para pelajar panik dan melarikan diri ke berbagai arah. Mereka kemudian menyebar ke wilayah Jamblang dan Klangenan hingga akhirnya tertangkap warga.
Petugas kepolisian sempat kewalahan saat mengevakuasi para pelajar karena jumlah massa yang membludak dan situasi yang memanas. Dari dua kecamatan tersebut, polisi akhirnya mengamankan 24 pelajar untuk diperiksa lebih lanjut di Polresta Cirebon.
Polisi Masih Dalami Kasus Geng Motor Pelajar
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.
Menurutnya, kelompok pelajar yang diamankan diduga berafiliasi dengan geng motor dan hendak terlibat tawuran di wilayah Plumbon.
“Para pelajar tersebut kami bawa ke Polresta Cirebon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motif, asal sekolah, serta kemungkinan keterlibatan kelompok lain dalam aksi geng motor tersebut.
Imbauan Kepolisian dan Peran Masyarakat
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pelajar, untuk tidak terlibat dalam aktivitas geng motor maupun tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah maraknya aksi geng motor pelajar di Cirebon.










