Kekecewaan warga Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon semakin memuncak akibat belum terealisasinya normalisasi irigasi yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak PSDA Provinsi Jawa Barat.
Program normalisasi irigasi Cibogo Cirebon tersebut sempat dijadwalkan dimulai setelah Idulfitri 2026. Namun hingga kini, belum terlihat adanya aktivitas di lapangan. Tidak ada tanda-tanda pengerjaan proyek, termasuk belum diturunkannya alat berat.
Warga Cibogo Desak Kepastian Normalisasi Irigasi
Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama para petani yang sangat bergantung pada sistem irigasi untuk menunjang hasil pertanian mereka.
Sejumlah warga menilai keterlambatan ini bukan sekadar persoalan administratif. Lebih dari itu, mereka menganggap hal ini sebagai bentuk pengabaian terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
Saluran irigasi yang seharusnya menjadi penopang utama sektor pertanian justru dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan. Jika tidak segera ditangani, situasi ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan lokal.
Tokoh Masyarakat: Janji Harus Dibuktikan
Salah satu tokoh masyarakat, R Hamzaiya, menegaskan bahwa warga kini membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji.
“Kalau janji hanya untuk menenangkan masyarakat, lalu tidak ada tindak lanjut, ini bukan lagi kelalaian. Ini kegagalan menjalankan amanah,” tegasnya.
Menurutnya, keterlambatan normalisasi irigasi Cibogo Cirebon dapat berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat, khususnya petani.
Sorotan pada Kinerja dan Koordinasi Pemerintah
Warga juga menyoroti adanya dugaan ketidaksinkronan antara kebijakan di tingkat provinsi dan pelaksanaan di lapangan.
Meski kepemimpinan di tingkat atas dinilai responsif terhadap persoalan masyarakat, namun implementasi teknis di lapangan justru terkesan lamban.
“Jangan sampai kepercayaan publik rusak karena kinerja yang tidak maksimal,” lanjut Hamzaiya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Minim Transparansi Perparah Situasi
Selain lambannya realisasi, warga juga mengeluhkan kurangnya transparansi dari pihak terkait. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai:
- Alasan keterlambatan proyek
- Progres program normalisasi
- Kepastian jadwal pelaksanaan
Ketiadaan informasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga menduga bahwa proyek ini belum menjadi prioritas utama.
Risiko Besar Jika Irigasi Tidak Segera Diperbaiki
Warga Desa Cibogo kini menghadapi situasi penuh ketidakpastian. Selain menunggu realisasi janji pemerintah, mereka juga harus menghadapi risiko nyata akibat rusaknya saluran irigasi.
Jika terus dibiarkan, dampaknya bisa meluas, antara lain:
- Penurunan hasil panen
- Risiko gagal panen
- Ancaman kekeringan
- Potensi banjir
Oleh karena itu, masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pihak terkait agar permasalahan ini segera ditangani.






