Beranda / Sosial / Median Jalan Rajawali Cirebon Dikeluhkan, Rawan Kecelakaan

Median Jalan Rajawali Cirebon Dikeluhkan, Rawan Kecelakaan

Median Jalan Rajawali Cirebon Dikeluhkan, Rawan Kecelakaan dan Minim Penerangan

Keberadaan median jalan di perempatan lampu merah Rajawali, Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon, menuai keluhan dari warga. Median jalan Rajawali Cirebon dinilai berbahaya karena sering memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari.

Minimnya penerangan dan tidak adanya rambu membuat median tersebut sulit terlihat oleh pengendara. Akibatnya, tidak sedikit kendaraan yang menabraknya.

Sering Picu Kecelakaan, Terutama Malam Hari

Warga sekitar mengungkapkan bahwa kecelakaan di lokasi tersebut sudah sering terjadi. Bahkan, tidak hanya warga lokal, para pemudik juga kerap menjadi korban saat melintas di jalur tersebut.

Salah satu warga, Momon, menyebutkan bahwa kondisi median sangat membahayakan, terutama saat malam hari.

“Sering kejadian kecelakaan di sini. Median jalan itu hampir tidak kelihatan, banyak yang nabrak,” ujarnya.

Warga Minta Median Jalan Dibongkar

Melihat kondisi tersebut, warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan. Mereka meminta agar median jalan tersebut dibongkar demi keselamatan pengguna jalan.

Menurut warga, jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan kembali menimbulkan korban kecelakaan.

“Kalau dibiarkan terus, pasti akan ada korban lagi. Kami minta dibongkar saja,” tegas Momon.

Dishub Cirebon: Kewenangan Pemerintah Pusat

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa mengambil tindakan langsung.

Hal ini karena status jalan tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Kami harus bersurat terlebih dahulu ke BPTD karena secara teknis berada di bawah kementerian,” jelasnya.

Minim Rambu Jadi Sorotan

Ia menambahkan bahwa median jalan tersebut awalnya dibangun untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.

Namun, kondisi saat ini berbeda karena rambu-rambu yang sebelumnya ada sudah tidak terpasang lagi.

Pihaknya pun akan mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan agar rambu kembali dipasang sebagai langkah awal mengurangi risiko kecelakaan.

Tag: