Banjir Kembali Mengancam Warga Kertasemaya Indramayu
Warga Blok Rengaspayung, Desa sekaligus Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, kembali diliputi rasa waswas akibat ancaman banjir. Peristiwa banjir yang terjadi beberapa waktu lalu tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyisakan persoalan serius pada infrastruktur pengendali banjir.
Salah satu dampak paling mengkhawatirkan adalah amblasnya tanggul Sungai Cimanuk. Kondisi ini membuat potensi banjir susulan semakin besar, terutama karena musim hujan masih berlangsung.
Selain itu, kerusakan pintu klep atau flap gate Sungai Cimanuk di wilayah tersebut semakin memperparah situasi. Pintu klep yang seharusnya menjadi pengaman utama justru tidak berfungsi saat debit air meningkat.
🚨 Pintu Klep Rusak, Air Sungai Masuk ke Permukiman
Tokoh masyarakat setempat, Tambrin, menjelaskan bahwa pintu klep memiliki peran vital dalam mencegah air sungai masuk ke permukiman warga.
Menurutnya, jika debit air Sungai Cimanuk naik, pintu klep seharusnya menutup secara otomatis. Namun karena kerusakan, pintu tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kalau debit air naik, seharusnya pintu ini otomatis tertutup. Tapi karena rusak, air justru masuk ke permukiman warga,” ujar Tambrin.
Kerusakan pintu klep ini menyebabkan air dari hilir Sungai Cimanuk dengan cepat masuk ke kawasan permukiman saat terjadi luapan.
📊 Debit Air Sungai Cimanuk Capai Level Siaga
Banjir yang terjadi pada akhir Januari 2026 dipicu oleh tingginya debit air Sungai Cimanuk. Saat itu, debit air mencapai lebih dari 900 meter kubik per detik, yang masuk dalam kategori siaga.
Situasi semakin berbahaya karena terdapat titik di Blok Rengaspayung yang belum memiliki tanggul sungai. Akibatnya, air luapan dengan mudah meluber ke permukiman warga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah Kertasemaya memiliki tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi, terutama saat curah hujan meningkat.
🏗️ Tanggul Amblas dan Infrastruktur Belum Diperbaiki
Tambrin juga mengungkapkan bahwa kondisi tanggul Sungai Cimanuk yang amblas sebenarnya sudah pernah ditinjau oleh pihak terkait. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret untuk melakukan perbaikan.
“Padahal sudah pernah ditinjau, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan,” katanya.
Keterlambatan perbaikan infrastruktur ini membuat warga semakin khawatir. Jika tidak segera ditangani, risiko banjir yang lebih besar dapat terjadi sewaktu-waktu.
🤝 Warga Lakukan Penanganan Swadaya
Sebagai langkah darurat, warga Blok Rengaspayung terpaksa melakukan penanganan secara swadaya. Mereka bergotong royong menutup tanah yang amblas di sekitar pintu klep untuk mengurangi risiko luapan air.
“Itu kami lakukan karena khawatir banjir kembali terjadi, apalagi musim hujan belum berakhir,” ujar Tambrin.
Upaya swadaya ini menunjukkan kepedulian dan solidaritas warga. Namun, mereka menyadari bahwa penanganan sementara tidak cukup untuk mengatasi masalah secara permanen.
🗣️ Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Rumidi. Ia menilai pintu klep Sungai Cimanuk merupakan infrastruktur vital yang harus segera mendapatkan perhatian serius dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.
“Pintu klep ini sangat penting sebagai pengaman warga di sekitar Sungai Cimanuk. Kami berharap segera diperbaiki supaya air tidak lagi masuk ke permukiman saat sungai meluap,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan pintu klep serta penguatan tanggul sungai.
🛡️ Pentingnya Perbaikan Infrastruktur Pengendali Banjir
Peristiwa banjir di Kertasemaya Indramayu menjadi pengingat pentingnya perawatan dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Pintu klep, tanggul, dan sistem pengelolaan sungai memiliki peran krusial dalam melindungi masyarakat dari bencana.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan kecil dapat berubah menjadi ancaman besar bagi keselamatan warga dan lingkungan sekitar.
✅ Harapan Warga Kertasemaya Indramayu
Warga Kertasemaya berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk:
Memperbaiki pintu klep Sungai Cimanuk
Memperkuat tanggul sungai yang amblas
Meningkatkan sistem pengendalian banjir
Memberikan rasa aman bagi masyarakat
Dengan adanya perbaikan yang cepat dan tepat, risiko banjir di wilayah Kertasemaya diharapkan dapat diminimalkan.










