Nelayan Indramayu Tenggelam Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian
Kabar duka datang dari perairan Indramayu. Nelayan Indramayu tenggelam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat insiden man over board (MOB).
Korban diketahui bernama Tohir (49), seorang nelayan yang berangkat melaut seorang diri menggunakan kapal KM Julita Jaya.
Ditemukan Tim SAR di Hari Kedua
Nelayan Indramayu tenggelam ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 09.37 WIB oleh tim SAR gabungan. Proses pencarian yang memasuki hari kedua akhirnya membuahkan hasil.
Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di jaring nelayan pada koordinat 6°17.049’S dan 108°04.063’E, sekitar 0,42 nautical mile dari titik terakhir korban diketahui (last known position/LKP).
Proses Evakuasi Korban
Setelah ditemukan, tim langsung melakukan evakuasi menggunakan speed boat milik Ditpolair. Jenazah kemudian dibawa ke Dermaga Eretan sebelum dievakuasi ke Puskesmas Eretan untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengapresiasi kerja sama tim dalam operasi ini.
“Operasi SAR berjalan baik berkat kolaborasi semua pihak. Dengan ditemukannya korban, operasi kami usulkan untuk ditutup,” ujarnya.
Kronologi Kejadian Nelayan Hilang
Peristiwa ini bermula pada Senin, 13 April 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Korban berpamitan kepada istrinya untuk melaut seorang diri seperti biasa.
Namun, sekitar pukul 07.30 WIB, saksi bernama Carudin melihat perahu korban dalam kondisi kosong saat sedang menarik jaring menggunakan kapal KM Sri Rejeki.
Perahu tersebut bahkan hampir bertabrakan dengan kapal saksi di perairan Kali Menir, Indramayu. Menyadari kejanggalan tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada Ketua KUD TPI Mina Bahari Eretan.
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke pihak berwenang hingga operasi pencarian dilakukan.
Operasi SAR Libatkan Banyak Pihak
Operasi pencarian nelayan Indramayu tenggelam ini melibatkan berbagai unsur, antara lain:
- Basarnas
- Ditpolairud Polda Jawa Barat
- Satpolairud Polres Indramayu
- Unsur SAR gabungan lainnya
Sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian korban.
Operasi Resmi Dihentikan
Setelah korban ditemukan, tim SAR melakukan debriefing pada pukul 10.35 WIB. Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa operasi pencarian resmi diusulkan untuk dihentikan.
Seluruh personel kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Penutup
Kasus nelayan Indramayu tenggelam ditemukan ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi nelayan saat melaut, terutama jika dilakukan seorang diri.
Penting bagi para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menggunakan alat keselamatan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.






