Cirebon,- Sebuah pohon Angsana dengan diameter 60 cm dan tinggi 25 meter tumbang dan menutup Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada Senin (7/10/2024) siang sekitar pukul 12.03 WIB.
Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan pohon tumbang tersebut diakibatkan oleh kerusakan pada akar akibat pembakaran yang disengaja di sekitar area tersebut.
Pohon menjadi keropos dan akhirnya tumbang, meskipun tidak ada angin kencang saat kejadian.
“Pembakaran di area akar menyebabkan pohon menjadi keropos. Padahal, angin saat itu tidak terlalu kencang,” kata Wandi saat diwawancarai About Cirebon di lokasi kejadian.
Wandi menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melaporkan kerusakan pohon sebelum terjadi insiden.
“Pohon di sekitar lokasi juga menunjukkan tanda-tanda bekas pembakaran, yang bisa membuatnya keropos. Hari ini kami langsung menangani pohon-pohon yang berpotensi tumbang,” jelasnya.
Wandi menjelaskan, DPRKP Kota Cirebon rutin melakukan pemeliharaan pohon setiap hari, baik secara terjadwal maupun berdasarkan laporan dari masyarakat. Namun, tim yang dilengkapi dengan peralatan lengkap dan mobil crane hanya berjumlah satu tim untuk Kota Cirebon, sehingga penanganan pohon besar memerlukan waktu.
“Saat ini ada tim manual yang juga melakukan pemeliharaan pohon. Namun, untuk pohon besar yang memerlukan mobil crane, hanya ada satu tim yang bertugas setiap hari dan sudah terjadwal,” tandasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui layanan Cirebon Siaga 112 pada pukul 12.03 WIB. Dalam waktu 15 menit, petugas gabungan dari BPBD, DPRKP, Dishub, Satpol PP, dan Kepolisian tiba di lokasi untuk menangani insiden tersebut.
“Dalam waktu dua jam, pohon setinggi 25 meter tersebut berhasil dievakuasi, dan arus lalu lintas kembali normal. Tidak ada korban jiwa, namun ada kerugian berupa putusnya kabel listrik, kabel provider dan kerusakan pada taman median jalan,” jelas Andi.
Andi juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di sekitar akar pohon, terutama di tengah fase siaga kekeringan dan kebakaran lahan.
“Pembakaran di area akar pohon dapat menyebabkan keropos dan membahayakan keselamatan kita semua,”






