Beranda / Insiden / Pria di Kuningan Pasang Cincin di Alat Vital, Damkar Turun Tangan

Pria di Kuningan Pasang Cincin di Alat Vital, Damkar Turun Tangan

Pria di Kuningan Pasang Cincin di Alat Vital, Damkar Lakukan Evakuasi

Seorang pria pasang cincin di alat vital di Kabupaten Kuningan dan berujung panik setelah tidak bisa melepasnya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 11 April 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.

Aksi nekat tersebut awalnya hanya didasari rasa penasaran. Namun, tanpa mempertimbangkan risiko, tindakan itu justru berujung pada kondisi darurat yang membutuhkan bantuan petugas.

Berawal dari Iseng, Berakhir Minta Bantuan Damkar

Pria yang diketahui bekerja sebagai karyawan ini datang langsung ke markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan dalam kondisi cemas. Kedatangannya bukan untuk melaporkan kebakaran, melainkan meminta bantuan untuk melepas cincin yang tersangkut di bagian tubuh sensitifnya.

Menurut pengakuannya, ia mencoba memasang cincin tersebut setelah melihat konten di internet. Tanpa pengalaman dan pengetahuan yang cukup, ia akhirnya mengalami kesulitan serius.

Tiga Hari Tak Bisa Dilepas, Kondisi Mulai Mengkhawatirkan

Cincin tersebut sudah terpasang selama tiga hari dan tidak bisa dilepas meski sudah dicoba berbagai cara. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan yang lebih serius.

Sebelumnya, pria tersebut sempat mendatangi rumah sakit umum. Namun, pihak medis menyarankan agar ia meminta bantuan petugas Damkar yang memiliki alat khusus untuk menangani kasus seperti ini.

Proses Evakuasi Dilakukan dengan Hati-Hati

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa petugas langsung melakukan penanganan dengan penuh kehati-hatian.

Proses evakuasi cincin berlangsung cukup menegangkan karena posisi yang sensitif dan berisiko tinggi. Petugas harus memastikan tidak terjadi cedera tambahan selama proses pelepasan.

Imbauan: Jangan Ikuti Tren Berbahaya

Kasus pria pasang cincin di alat vital ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Tidak semua konten di internet aman untuk ditiru, apalagi yang melibatkan tubuh dan berisiko tinggi.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak sembarangan mencoba hal berbahaya hanya karena rasa penasaran atau tren viral.

Tag: