Beranda / Insiden / Pencarian ABK KM Almujib yang Tenggelam di Perairan Indramayu

Pencarian ABK KM Almujib yang Tenggelam di Perairan Indramayu

Hasil pencarian ABK KM Almujib yang tenggelam di perairan Pulau Rakit, Kabupaten Indramayu, hingga kini masih terus berlangsung. Empat anak buah kapal (ABK) dilaporkan masih dalam pencarian setelah kapal nelayan tersebut tenggelam akibat tabrakan dengan kapal tongkang pada Sabtu malam (28/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna mempercepat proses penemuan korban.


Operasi Pencarian Dikoordinasikan Basarnas
Operasi pencarian dikoordinasikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Pos SAR Cirebon. Sejumlah armada dikerahkan untuk memperluas area pencarian korban.
Beberapa unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini antara lain:
KN SAR Setyaki 202 dari Dermaga Pelabuhan Cirebon
Kapal VIII 2472 milik Polair Polres Indramayu dari Pelabuhan Karangsong
RBB KPLP Indramayu
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa pencarian difokuskan pada titik tenggelamnya kapal serta area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.


Menggunakan Analisis SAR Map
Dalam proses hasil pencarian ABK KM Almujib, tim menggunakan analisis SAR Map untuk memetakan kemungkinan sebaran korban. Perhitungan dilakukan berdasarkan arus laut, kecepatan angin, dan kondisi cuaca terkini.
Metode ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian serta memperluas jangkauan penyisiran secara lebih terarah dan efektif.


Kronologi Tenggelamnya KM Almujib
Insiden tragis ini melibatkan KM Almujib GT 6 yang membawa delapan orang awak kapal dengan nakhoda Jupri Priyanto. Kapal diduga tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tongkang di jalur perairan Pulau Rakit.
Dari total delapan awak kapal:
2 orang selamat:
Carudin (48)
Alfianto (20)
Keduanya ditemukan oleh kapal nelayan KM Cahaya Langgeng dan dievakuasi ke Pelabuhan Karangsong pada Minggu (01/03).

2 orang meninggal dunia:
Jupri (35)
Wandi (39)
4 orang masih dalam pencarian:
Ari Wibowo (23)
Asep Agustina (24)
Masud (38)
Ono (50)


Perairan Pulau Rakit dan Kepadatan Lalu Lintas Laut
Perairan Pulau Rakit di wilayah Kabupaten Indramayu dikenal sebagai jalur padat aktivitas kapal nelayan dan tongkang pengangkut barang. Kepadatan lalu lintas laut, terutama pada malam hari dengan jarak pandang terbatas, sering menjadi faktor risiko kecelakaan laut.
Hingga saat ini, hasil pencarian ABK KM Almujib masih terus diperbarui setiap hari berdasarkan evaluasi tim SAR dan kondisi cuaca di lapangan.
Keluarga korban masih menanti dengan penuh harap agar seluruh awak kapal yang hilang dapat segera ditemukan. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur dan perkembangan situasi di perairan Indramayu.

Tag: